Menteri Siti Sebut Amdal Kereta Cepat Sesuai Prosedur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan proses izin kereta cepat Jakarta-Bandung sudah sesuai prosedur. "Dari sisi amdalnya sudah prosedural dan sesuai aturan. Enggak ada yang diumpet-umpetin," kata Siti di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.

    Siti menjelaskan, proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal kereta cepat sebetulnya sejak 12 Desember lalu. "Jadi pada 21, 22, dan 23 Januari, pemrakarsa sebetulnya sudah melakukan sosialisasi di masyarakat," kata Siti.

    Baca: Kereta Cepat, Istana Akui Masih Ada Debat Antarmenteri

    Menurut Siti, sosialisasi di masyarakat tidak banyak. Alasannya, karena pemrakarsa memilih metode multiplier effect. Siti mengatakan, dari sisi amdal-nya, waktunya juga sesuai prosedur. "Dimulai 12 Desember hingga 20 Januari, artinya 40 hari. Amdal lain dari 52 hingga 72 hari, rata-rata 52 hari," ujarnya.

    Siti mengatakan, bagian yang dipercepat dalam pembuatan amdal adalah administrasinya. Biasanya dikerjakan tiga hari, digenjot menjadi sehari-semalam saja. "Memang kami kerja keras, kenapa? Karena (kereta cepat) seolah-olah terkungkungnya di amdal. Karena amdal enggak selesai-selesai."

    Sekarang, menurut Siti, pemerintah daerah harus cepat menyelesaikan kajian lingkungan hidup strategisnya atau KLHS.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.