Menteri Arief Yahya Pantau Pegawai Pakai E-command

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri konfrensi pers terkait Konser Drugs Free Asia - Afrika di markas Slank, Potlot, Jakarta, 13 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri konfrensi pers terkait Konser Drugs Free Asia - Afrika di markas Slank, Potlot, Jakarta, 13 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya akan memantau kinerja pegawainya dengan menggunakan sistem "e-command" yang terhubung secara daring.

    "E-command ini manajemen pengelolaan untuk direction and order (arahan dan tugas) yang dibuat online di mana sampai eselon empat kita masukkan datanya agar terlihat jelas siapa yang kerja dan siapa yang tidak kerja," kata Arief dalam jumpa pers Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata di Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.

    Melalui sistem tersebut, Arief akan mendistribusikan tugas dan arahan dalam rangka memenuhi target-target kementerian.

    "Kalau (kerja) lambat, akan jelas NIP (Nomor Induk Pegawai) mana yang lambat. Ini sebagai cara akselerasi PNS yang lelet agar diatur lebih cepat supaya kita tidak tambah terpuruk," katanya.

    Arief menuturkan, selama ini kinerja buruk pegawai negeri sipil selalu berhubungan dengan birokrasi yang berbelit-belit sehingga membuat buruknya pelayanan publik di Indonesia.

    Sistem tersebut diharapkan mampu mendorong kinerja pegawai menjadi lebih baik di masa mendatang karena akan terpantau jelas dan terbuka secara online.

    "Jadi tidak bisa sembunyi lagi. Komputer akan buat pengingat ke orang itu. Kalau (kerjanya) belum selesai, akan ada pengumuman ke seluruh karyawan bahwa NIP sekian lelet," ujarnya.

    Pada 2016, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 12 juta orang dengan devisa yang dihasilkan sekitar RP172 triliun.

    Ada pun jumlah perjalanan wisatawan nusantara ditargetkan sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sekitar Rp223,6 triliun.

    Sementara itu, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga ditargetkan meningkat menjadi 5 persen, dengan lapangan kerja untuk 11,7 juta tenaga kerja.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.