Indonesia Jualan Wisata Bahari di Jerman Boot Dsseldorf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. weebly.com

    Ilustrasi. weebly.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pariwisata Indonesia promosi di ajang pasar bahari Jerman Boot Düsseldorf yang berlangsung 23 Januari hingga 31 Januari 2016.

    Pameran internasional tersebut menampilkan berbagai kegiatan olahraga air seperti diving, surfing, yacht, cruise, dan fishing.

    Khusus diving merupakan salah satu wisata yang paling diminati masyarakat Jerman yang berwisata ke Indonesia.

    Wisatawan Jerman umumnya telah mencoba berbagai tujuan wisata menyelam di berbagai penjuru dunia, namun memilih kembali berkunjung ke Indonesia, karena faktor keramah-tamahan, kekayaan budaya, dan kekayaan hayati (small unique ocean creatures) di Indonesia.

    Dilansir Indonesia.Travel, Selasa (25 Januari 2016),  brand Wonderful Indonesia pada pameran tersebut mengenalkan lebih jauh kekayaan alam, seni dan kerajinan unik, musik, bermacam jenis kuliner, destinasi wisata, dan yang terpenting adalah keramahtamahan masyarakat dari beraneka ragam suku di setiap tujuan wisata.

    Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini secara strategis adalah untuk pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2016 sebesar 12 juta wisman.

    Dalam dua hari pameran sudah menarik 80.120 pengunjung yang memenuhi 17 ruang pameran. Pameran bertema “Experience 360° Water Sports” menghadirkan yacht mewah, kapal motor, serta kesempatan untuk mencoba diving, kitesurfing, wake-and skimboarding, berlayar, memancing, dan berkano.

     Wisatawan asal Jerman ke Tanah Air dari tahun ke tahun meningkat, yaitu 2010 sebanyak 138.707; 2011 sebanyak 141.883; 2012 sebanyak 152.401; 2013 sebanyak 167.340; 2014 sebanyak 180.344; 2015 sebanyak 197.307; dan pada tahun ditargetkan sebanyak 225.000 wisatawan.

    Pengembangan

    Pengembangan wisata bahari saat ini didasarkan pada potensi laut Indonesia memiliki porsi 35% dari jenis wisata yang akan dikembangkan pada 2015 sampai 2019.

    Saat ini wisata bahari Indonesia hanya menyumbangkan 10 persen dari kunjungan wisatawan maupun devisa. Jumlah tersebut, 60 persen mengunjungi pantai, 25 persen bermain di bentang laut, dan 15 persen wisata bawah laut.

     Fokus pengembangan wisata bahari yakni pada destinasi pantai, diving dan surfing, yacht, cruise, serta kegiatan terkait laut dan masyarakat pesisir.

     Wisata bahari juga ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga US$4 miliar pada 2019, naik empat kali lipat dari target tahun ini sebesar US$1 miliar miliar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.