Sosialisasi Perlindungan Penyu Pariaman Anggarkan Rp100 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menganggarkan dana sebanyak Rp100 juta untuk menyosialisasikan perlindungan penyu di daerah itu.

    "Sudah kami anggarkan di Unit Pelaksana Teknis Konservasi Penyu agar satwa yang dilindungi undang-undang tersebut bisa terjaga kelestariannya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pariaman Yanrileza di Pariaman, Selasa (26 Januari 2016).

    Ia menilai sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat terkait perlindungan penyu perlu dilakukan karena keberadaannya semakin terancam akibat ada oknum tertentu yang dengan sengaja menjual telur penyu.

    "Nantinya sosialisasi bisa berupa pamflet, brosur, imbauan kepada masyarakat serta ajakan langsung bagi pelajar ke setiap sekolah yang ada di kota itu," jelasnya.

    Ia juga membenarkan sudah menerima berbagai laporan adanya perdagangan telur penyu di kota itu. Dinas terkait juga berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut sekaligus meminimalisir ke depan.

    "Kami akan usahakan melalui cara persuasif dahulu kepada masyarakat atau oknum yang diduga menjual telur penyu tersebut, oleh karena itu semua pihak harus saling bekerja sama," ujarnya.

    Pemerintah setempat selama ini juga memberikan kontribusi bagi masyarakat yang menemukan telur penyu dan memberikannya ke UPT Konservasi Penyu.

    Setiap telur penyu yang ditemukan dan diserahkan oleh masyarakat akan diganti dengan biaya transportasi sebesar Rp3.000 per butir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.