Kerahkan Dokter, Pemerintah Galakkan Kembali Program KB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Muliady

    TEMPO/Muliady

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengerahkan ribuan dokter dan ibu rumah tangga untuk mengedukasi masyarakat terkait Program Keluarga Berencana (KB) yang kembali digalakkan.

    Sukardi Rinakit, Tim Komunikasi Presiden, mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan pelatihan kepada ribuan dokter dan ibu rumah tangga untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait KB.

    Pemerintah mendorong keterlibatan para perempuan Indonesia yang tergabung dalam PKK sebagai motor penggerak Posyandu, KB, maupun dalam menggerakkan program kesejahteraan keluarga di seluruh desa, katanya di Jakarta, Senin (25 Januari 2016).

    Sukardi menuturkan, Presiden juga telah meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait keluarga berencana. Pemerintah daerah juga harus menjadikan KB sebagai program prioritas di wilayahnya.

    Menurutnya, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat dunia untuk mengambil langkah nyata yang diperlukan dalam mewujudkan ibu sehat, anak sehat, keluarga sehat dan sejahtera.

    Sebelumnya, Sukardi juga mengatakan Pemerintah Indonesia selalu mendorong program aksi yang bersifat lokal dengan keterlibatan masyarakat untuk menyukseskan keluarga berencana. Pasalnya, keluarga berencana dianggap menjadi salah satu penopang dalam upaya menjaga kelanjutan pertumbuhan ekonomi di sebuah negara.

    Dalam pelaksanaan KB, Presiden Jokowi menggunakan pendekatan Kampung Keluarga Berencana di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi angka putus kesertaan program Keluarga Berencana, ujarnya.

    Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2020-2030, saat jumlah penduduk dengan umur produktif sangat besar, sedangkan usia muda semakin sedikit dan usia lanjut belum banyak.

    Sukardi memberi gambaran laju pertumbuhan penduduk pada 2014-2015 mencapai 1,32%. Artinya, akan ada pertumbuhan penduduk hingga 3 juta jiwa setiap tahunnya, dengan rata-rata tingkat kelahiran per perempuan pada 2010-2015 mencapai 2,4 anak per perempuan.

    BISNIS.COM


  • KB
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?