Kiat Menjaga Likuiditas Eksportir tak Tergerus  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekportir  perlu mempersiapkan secara matang pengelolaan arus kas perusahaan dengan baik.

    Ekportir perlu mempersiapkan secara matang pengelolaan arus kas perusahaan dengan baik.

    INFO BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada Desember 2015 naik 6,98 persen atau sebesar US$ 11,89 miliar dibandingkan dengan November 2015. Meski neraca perdagangan pada Desember 2015 menunjukkan nilai yang defisit, tapi melihat perjalanan ekspor-impor sepanjang tahun 2015, terjadi surplus senilai US$ 7,52 miliar.

    Kondisi ini diharapkan dapat terus dipertahankan dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal kapasitas produksi, kualitas, infrastruktur, hingga metode pemasaran untuk meningkatkan volume ekspor, khususnya terhadap negara-negara yang telah menjadi tujuan utama.

    Arahan pemerintah yang ingin terus meningkatkan nilai ekspor nasional tentu saja diamini oleh para pelaku industri terkait. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan yang semakin besar muncul seiring dengan meningkatnya potensi pasar. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan secara matang oleh para eksportir adalah pengelolaan arus kas perusahaan dengan baik. Pencatatan dan perencanaan keuangan, baik penerimaan pembayaran maupun pos-pos pengeluaran, juga perlu dicermati agar perusahaan dapat terhindar dari risiko kekurangan likuiditas.  

    Dalam hal ini, eksportir sebetulnya dapat memanfaatkan solusi-solusi keuangan yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan, khususnya Bank. Solusi-solusi ini merupakan produk-produk pembiayaan yang berfungsi untuk menjaga likuiditas perusahaan.

    Bank Mandiri menyikapi hal tersebut dengan menghadirkan berbagai solusi ekspor, yang memiliki ruang lingkup secara menyeluruh atas siklus bisnis perusahaan. Dari kegiatan proses produksi, persiapan pengiriman barang sampai dengan barang dikirimkan (shipment) dapat dilakukan secara optimal dengan memanfaatkan layanan yang ada. Antara lain advisory export, document preparation (untuk transaksi LC), pelaporan Devisa Hasil Ekspor, hingga pembiayaan dengan menggunakan Mandiri Pre-Export Financing (PEF) dan Mandiri Bill Purchasing. Dengan memanfaatkan  layanan Trade Service & Finance Bank Mandiri, maka para pelaku industri tidak perlu khawatir terhadap transaksi ekspor dan likuiditas keuangannya.

    Transaksi ekspor, Mandiri saja. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.