Bursa Saham Eksternal Melaju, IHSG Dibuka Naik 26,86 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 25 Januari 2016, dibuka naik 26,86 poin seiring dengan laju bursa saham eksternal.

    IHSG BEI dibuka menguat 26,86 poin atau 0,60 persen menjadi 4.483,60. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 7,62 poin atau 0,98 persen menjadi 786,93.

    Analis dari LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, di Jakarta mengatakan bursa saham Amerika Serikat, yakni Dow Jones Industrial Average, yang bergerak positif pada akhir pekan lalu memberikan sentimen positif pada kinerja rata-rata indeks di kawasan regional Asia, termasuk IHSG.

    "Sentimen dari AS itu diharapkan dapat menjaga laju IHSG dalam waktu mendatang untuk menguji level 4.575 poin," ucapnya.

    Ia optimistis level 4.575 poin akan tercapai dalam waktu dekat seiring dengan adanya kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,25 persen. Itu akan memberikan peluang kepada IHSG berada dalam area positif.

    Sementara itu, analis dari Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, menuturkan pola pergerakan IHSG relatif terbatas, menyusul dana pelaku pasar asing keluar (capital out flow) cenderung masih berlangsung di pasar modal dalam negeri. Situasi itu masih menjadi pemberat bagi laju IHSG.

    Kendati demikian, ia mengharapkan kembali menguatnya harga minyak mentah dunia. Jika itu diikuti mata uang rupiah yang stabil, laju IHSG dapat terjaga.

    "Secara teknikal, level batas bawah IHSG BEI berada di 4.406 poin, sementara target batas atas berada di level 4.491. Diproyeksikan, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan," katanya.

    Indeks Bursa Hang Seng menguat 360,05 poin (1,89 persen) ke level 19.440,56, indeks Nikkei naik 219,46 poin (1,29 persen) ke level 17.177,99, dan Straits Times menguat 32,73 poin (1,23 persen) ke posisi 2.609,85.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.