Garuda dan Wings Akan Beroperasi di Bandara Lagaligo Bua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Basarnas bersama TNI bersiap melakukan pencarian udara mengunakan pesawat Aviastar PK-BRS di Bandara Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 2015. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan hilangnya pesawat Aviastar salah satunya karena diduga memotong jalur atau rute penerbangan seharusnya. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Tim Basarnas bersama TNI bersiap melakukan pencarian udara mengunakan pesawat Aviastar PK-BRS di Bandara Lagaligo Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 2015. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan hilangnya pesawat Aviastar salah satunya karena diduga memotong jalur atau rute penerbangan seharusnya. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Belopa - Pendaratan perdana pesawat Garuda Indonesia dan Wings Air di Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, dijadwalkan akhir Januari 2016. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Rudi Dappi mengatakan pada Senin, 25 Januari, tim dari Direktorat Bandar Udara (DBU) Kementerian Perhubungan akan melakukan survei di Bandara Bua.

    Rudi menuturkan, selain survei dari Dirjen Bandar Udara, maskapai penerbangan seperti Garuda dan Wings Air juga sedang mengurus izin rute penerbangan. “Januari ini, dua maskapai tersebut akan terbang perdana di Bandara Bua. Nah, sekarang segala keperluannya sedang dirampungkan,” kata Rudi Dappi, Minggu, 24 Januari 2016. 

    Dia menyebutkan, setelah peninjauan tersebut, Dirjen Bandar Udara akan menerbitkan rekomendasi ke perusahaan maskapai untuk melakukan pendaratan dan melayani penerbangan komersial dengan rute Bua ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Haluoleo, Kendari.

    “Banyak tahapan yang harus dilalui untuk bisa melakukan penerbangan, sebab ini menyangkut nyawa orang banyak, tidak boleh asal-asalan,” katanya.

    Bandara Lagaligo, Bua, diperbesar dan landasan pacunya diperpanjang dan ditambah ketebalannya supaya memenuhi standar layak didarati pesawat jenis ATR seat 72. Berbagai persiapan sudah dilakukan Dinas Perhubungan dan otoritas bandara Bua, di antaranya memperbaiki seluruh fasilitas bandara, seperti ruang tunggu, toilet, dan pengamanan bandara.

    Kepala Bandara Bua Syarifuddin mengatakan, pada prinsipnya, Bandara Bua sudah siap didarati pesawat sejenis ATR 72, seperti yang dimiliki Garuda Indonesia dan Wings Air. Syarif menambahkan, maintenance landasan dan rehab terminal sudah rampung dilakukan.

    “Sesuai dengan peraturan penerbangan sipil, baik nasional maupun internasional, sebelum dioperasikan, perlu dilakukan verifikasi oleh instansi yang berwenang, yakni DBU, Kemenhub, dan kami sudah komunikasikan dengan DBU, baik melalui surat maupun secara lisan terkait dengan verifikasi tersebut,” kata Syarifuddin. 

    Saat ini, Bandara Bua masih didarati pesawat perintis milik Susi Air.

    HASWADI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.