Gaet Turis, Pemerintah Bangun Sanitasi untuk 10 Destinasi Utama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kebersihan mengepel lantai di salah satu ruang tunggu Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 18 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang petugas kebersihan mengepel lantai di salah satu ruang tunggu Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 18 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun sanitasi untuk 10 destinasi utama pada 2016. Hal ini untuk mengejar target 20 juta wisatawan pada 2019. Pembangunan ini juga akan melibatkan PDAM untuk menyediakan air bersih, sedangkan untuk sanitasi akan dilakukan Kementerian.

    Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan fasilitas sanitasi ini penting dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. Pembangunan tersebut akan dimulai pada tahun ini. 

    Menurut  Basuki, anggaran yang dialokasikan untuk sanitasi tidak terlalu besar. Ia menjamin seluruh pengadaan ini akan disediakan pemerintah.

    Berdasarkan pengalaman di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, daerah wisata tersebut masih kekurangan dalam hal sanitasi dan air bersih. "Sanitasi diminta yang bagus, jadi supaya turisnya juga lebih senang tinggal di sana," katanya di Jakarta, Sabtu, 23 Januari 2016.

    Selain peningkatan kualitas sanitasi dan sumber air bersih, Kementerian akan membantu memperlancar akses menuju kawasan tersebut. Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Hediyanto, Bina Marga akan membangun jalan strategis untuk menuju tempat-tempat destinasi wisata.

    Menurut Hediyanto, Kementerian sedang berfokus pada beberapa infrastruktur jalan menuju kawasan wisata, seperti Raja Ampat dan Tanjung Lesung. "Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 4 triliun untuk infrastruktur jalan." 

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.