Kementerian Pertanian Pastikan Perbaikan Tata Niaga Ternak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Hewan Dinas Badan Karantina Pertanian memeriksa kesehatan sapi Asal Nusa Tenggara Timur saat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. Kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 tersebut mampu mengangku 500 sapi berstandar Internasional. TEMPO/Subekti

    Dokter Hewan Dinas Badan Karantina Pertanian memeriksa kesehatan sapi Asal Nusa Tenggara Timur saat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. Kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 tersebut mampu mengangku 500 sapi berstandar Internasional. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian memastikan perbaikan tata niaga peternakan sapi antara pengusaha di NTT untuk memenuhi kebutuhan pasokan di Jakarta dengan menggunakan kapal ternak.

    Kementerian Perhubungan, PT. Pelni, dan Kementerian Pertanian telah menyepakati pelayaran kembali Kapal Ternak Camara Nusantara 1 pada tanggal 2 Februari 2016 dengan rute dari Pelabuhan Tenau Kupang -Waingapu-Lembar-Bima-Tanjung Perak-Tanjung Emas-Cirebon (PP).

    Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, NTT menyambut baik dan mendukung upaya Pemerintah Pusat untuk memperbaiki tata niaga peternakan utamanya sapi potong. Dalam keterangannya, para pemangku kepentingan terkait di Waingapu telah memahami dengan baik bahwa keberadaan kapal ternak adalah wujud program toll laut dari Presiden Jokowi.

    "Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan, ketersediaan sapi potong di Provinsi NTT cukup banyak untuk dapat memenuhi angkutan kapal khusus ternak, dan telah ada kesepakatan dengan para peternak untuk dapat menyiapkan ternaknya," demikian keterangan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfian, Jumat (22 Januari 2016).

    Prosedur yang perlu ditaati pengguna kapal harus mengisi Shipping Instruction yang memuat data dan informasi tentang pemilik atau penjual sapi, dan jumlah sapi yang akan dikapalkan. Selain itu memuat pula informasi tentang bobot hidup sapi, harga per kilogram saat masih hidup, pelabuhan tujuan, pembeli dan data lain yang diperlukan sebagai salah satu dokumen dalam manifest kapal.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?