Bank Dunia: Krisis Air, Resiko Global dengan Dampak Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa air bersih setelah diisi dari sumur pompa di Kawasan Manggarai, Jakarta, 9 November 2015. Ratusan warga di RW 10 Manggarai Selatan harus mengalami krisis air bersih hampir selama dua bulan terakhir ini. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Warga membawa air bersih setelah diisi dari sumur pompa di Kawasan Manggarai, Jakarta, 9 November 2015. Ratusan warga di RW 10 Manggarai Selatan harus mengalami krisis air bersih hampir selama dua bulan terakhir ini. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Dunia dan PBB menyatakan pentingnya sumber-sumber pembiayaan untuk meningkatkan investasi pada sektor air dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

    Kedua lembaga itu mempromosikan pentingnya upaya-upaya memobilisasi sumber keuangan dan meningkatkan investasi di sektor air. Hal itu menyangkut pembiayaan inovatif dan strategi implementasi.

    "Laporan Global Risks 2016 menempatkan krisis air ke dalam tiga tertinggi risiko global dengan dampak tertinggi dalam 10 tahun ke depan," kata Dominic Waughray, Head of Public Private Partnership World Economic Forum dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, Jumat (22 Januari 2016).

    Sekretaris Jenderal PBB Bank Ki-Moon mengatakan air merupakan sumber berharga dan krusial untuk merealisasikan SDG, dengan tujuan memberantas kemiskinan. Dia menuturkan sistem di PBB, termasuk di antaranya UN Water, berkomitmen untuk mempromosikan aksi yang dipimpin negara dan inklusif pada SDG6 dan target terkait.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...