Jokowi Luncurkan Program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelamar kerja yang mencapai 4.200 orang dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi tahap awal tenaga kerja Pasar Modal di Lapangan Tenis Indor Senayan, Jakarta, 16 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Sejumlah pelamar kerja yang mencapai 4.200 orang dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi tahap awal tenaga kerja Pasar Modal di Lapangan Tenis Indor Senayan, Jakarta, 16 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COWonogiri - Presiden Joko Widodo meluncurkan program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja Tahap III di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat, 22 Januari 2016. Program tersebut diharapkan mampu menyerap hingga 11.727 tenaga kerja.

    Peluncuran dilakukan bersamaan dengan peresmian pabrik garmen milik PT Nesia Pan Pasific Clothing di Wonogiri.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyebutkan program yang diluncurkan sejak Oktober 2015 itu telah memperoleh hasil yang menggembirakan. "Ada 29.788 tenaga kerja yang terserap di tahap I dan II," ujarnya.

    Program Investasi Ciptakan Lapangan Pekerjaan Tahap I diikuti 16 perusahaan. Sepanjang 2015-2019, perusahaan tersebut diproyeksikan bakal menyerap 121.285 orang. Salah satu perusahaan yang mengikuti program tersebut adalah PT Nesia Pan Pacific Clothing, perusahaan yang berasal dari Korea Selatan.

    Sedangkan program tahap II telah diluncurkan di Gresik pada November tahun lalu. Selama empat tahun, 14 perusahaan yang mengikuti program tersebut diproyeksikan mampu menyerap 51.767 tenaga kerja.

    "Program tahap ketiga kali ini diikuti 10 perusahaan," katanya. Perusahaan tersebut berasal dari Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Selama setahun, 10 perusahaan itu akan menyerap tenaga kerja hingga 7.232 orang.

    Franky menekankan bahwa pengambilan fokus di wilayah Indonesia timur merupakan upaya mengurangi kesenjangan antarwilayah. "Kami juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia timur juga menjadi wilayah yang menarik untuk berinvestasi," tuturnya.

    Presiden Joko Widodo menyoroti terlalu banyaknya regulasi yang akhirnya justru menghambat investasi. "Semua kementerian telah diperintahkan menyederhanakan regulasi, terutama yang terkait dengan investasi," ujarnya.

    Menurut Jokowi, Indonesia termasuk negara yang sangat rajin membuat peraturan. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 42 ribu regulasi. "Kita terkadang justru terkekang oleh aturan yang dibuat sendiri," katanya.

    Presiden secara khusus juga meminta BKPM terus berinovasi untuk mempermudah perizinan usaha. "Sekarang sudah ada delapan perizinan yang bisa selesai dalam waktu tiga jam," katanya. Dia menyebutkan inovasi itu mendapat apresiasi dari para pengusaha.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.