Minyak Melompat 4,2 Persen dari Posisi Terendah 12 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Jeff Roberson

    AP/Jeff Roberson

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak melompat dari posisi terendah 12-tahun pada Kamis, 21 Januari 2016, terangkat oleh ayunan optimisme di pasar ekuitas setelah kerugian tajam sejak awal tahun.

    Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret melonjak US$ 1,18 (4,2 persen) menjadi berakhir di US$ 29,53 per barel pada hari pertama kontrak Maret diperdagangkan di New York Mercantile Exchange, seperti dilaporkan AFP.

    Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, patokan Eropa, menetap pada US$ 29,25 per barel di London meningkat US$ 1,37 (4,9 persen) dari penutupan Rabu.

    Pada Rabu, kedua kontrak telah ditutup pada tingkat terendah dalam lebih dari 12 tahun. Para analis mengatakan pasar minyak mencari posisi terbawah setelah jatuh sekitar 70 persen dalam 18 bulan.

    "Pasar minyak menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah pelemahan baru-baru ini dan kami melihat beberapa ruang untuk koreksi teknis, terutama jika pasar ekuitas global dapat memulihkan kepercayaan mereka baru-baru ini," kata Tim Evans dari Citi Futures.

    Saham-saham AS mengikuti pasar Eropa lebih tinggi pada Kamis, didorong petunjuk dari Bank Sentral Eropa untuk potensi stimulus tambahan bagi zona euro yang lesu pada awal Maret. Indeks S&P 500 naik 0,8 persen pada akhir perdagangan.

    Menambahkan dorongan terhadap sentimen, laporan pemerintah AS bahwa peningkatan persediaan minyak mentah lebih kecil dari yang diperkirakan.

    Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah melonjak 4,0 juta barel pekan lalu, sehari setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan lebih besar pada 4,6 juta barel.

    "Penambahan itu secara efektif dihargakan setelah API melaporkan sekalipun peningkatan itu lebih besar," kata analis Capital Gain, Fawad Razaqzada. "Jadi ini bukan semacam berita bearish yang dicari."

    Gene McGillian dari Tradition Energy mengatakan pasar yang oversold sudah matang untuk berbalik lebih tinggi, yang kemungkinan akan singkat.

    "Sampai kita telah menghargakan semua kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan ekonomi, terutama di Tiongkok dan negara-negara berkembang, atau kita bisa melihat tanda-tanda kelebihan pasokan akan mereda. Pasar masih memiliki ruang untuk bergerak di sisi negatifnya."

    Ketua Saudi Aramco, produsen minyak mentah terbesar di dunia, mengatakan pada Kamis, tokoh utama OPEC, Arab Saudi, bisa menahan periode harga murah berkepanjangan. "Jika harga tetap rendah, kita akan dapat bertahan untuk waktu yang lama," kata Khalid al-Falih di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.