Kereta Cepat Groundbreaking, Kampung Asia Afrika Dibangun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ahmad Heryawan membawa cangkul untuk penanaman pohon di apartemen transit Rancaekek di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 29 Desember 2015. Provinsi Jawa Barat dan Kemenpera membuat 6 twin block apartemen yang diperuntukan bagi pekerja industri berpenghasilan rendah di sekitar Rancaekek. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ahmad Heryawan membawa cangkul untuk penanaman pohon di apartemen transit Rancaekek di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 29 Desember 2015. Provinsi Jawa Barat dan Kemenpera membuat 6 twin block apartemen yang diperuntukan bagi pekerja industri berpenghasilan rendah di sekitar Rancaekek. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap rekomendasi pembentukan Kampung Asia Afrika seperti yang diamanatkan dalam rekomendasi Konferensi Asia Afrika 2015 bisa segera terealisasi seiring pengembangan Kawasan Baru Walini.

    Harapan Gubernur Jabar yang akrab disapa Aher tersebut diutarakan kepada Presiden Joko Widodo saat ia memberikan sambutan pada acara "Groundbreaking Proyek Kereta Cepat serta Pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta-Bandung", di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21 Januari 2016).

    "Ini saya hanya mengingatkan bahwa ada rekomendasi untuk Kampung Asia Afrika tahun 2005 silam, kata dia. Menurut dia, konsep dasar pembangunan Kampung Asia Afrika sudah ada sejak 11 tahun lalu.  "Mungkin nanti bisa dijadikan juga tempat wisata. Lokasi pastinya belum bisa dipastikan di mana namun amanatnya memang dibangun di Walini ini," katanya. Ia mengatakan, keberadaan Kampung Asia Afrika ini akan menjadi daya tarik bagi warga di benua Asia dan Afrika untuk datang ke Indonesia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi menambahkan kemungkinan untuk membangunan Kampung Asia Afrika di lokasi Perkebunan Walini sangat besar. "(Kampung Asia Afrika) ini bisa saja nanti disatukan dengan konsep pengembangan Kota Baru Walini," kata Hanggoro.

    Menurut dia, nantinya Walini akan menjadi sebuah kawasan ekonomi baru seiring dengan dibangun "Transit Oriented Development" (TOD) Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.