Kalimantan Timur Disebut Aman Pangan, Kecuali 3 Kabupaten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarmo memanen padi saat memperingati Hari Kartini di Banyumas, 21 April 2015. Rini berharap perempuan ikut membantu program nasional ketahanan pangan. TEMPO/Aris Andrianto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarmo memanen padi saat memperingati Hari Kartini di Banyumas, 21 April 2015. Rini berharap perempuan ikut membantu program nasional ketahanan pangan. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalimantan Timur mengklaim kerawanan pangan di provinsi tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata berisiko kecil dibandingkan dengan provinsi lain.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kaltim Fuad Asaddin mengatakan Kaltim tidak masuk ke dalam daftar provinsi prioritas nasional untuk penanganan kerawanan pangan.

    “Itu artinya Kaltim bukan termasuk daerah yang rawan. Dari indikator prevalensi anak umur di bawah 5 tahun dengan tinggi badan kurang, skor Kaltim berada pada 20-30 atau prevalensi sedang, dan kondisi ini dinilai lebih baik dibanding provinsi lain,” jelas Fuad dalam website resmi Pemprov Kaltim, Rabu (20 Januari 2016).

    Selain itu, untuk kondisi normatif terhadap produksi, Kaltim juga dinilai lebih baik dibanding provinsi lainnya. Fuad mengatakan rasio konsumsi normatif penduduk terhadap produksi berada pada kisaran 0,50-0,75, atau surplus sedang.

    Adapun beberapa daerah di Kaltim yang masuk dalam kategori surplus sedang adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Sementara daerah dengan surplus rendah, berada pada Kabupaten Paser.

    “Meskipun demikian, masih ada beberapa daerah yang mengalami defisit sedang, yakni Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu,” sambung Fuad.  Dia mengatakan secara umum ketersediaan pangan di Kaltim setiap tahunnya terbilang cukup, terutama untuk pemenuhan kebutuhan penduduk. Namun, Fuad mengakui sumbangan hasil pertanian lokal sampai dengan saat ini masih terbatas.

    Sehingga, sebagian pasokan bahan pangan masih harus didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Seperti yang diketahui, lahan tanaman pangan yang luas hanya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

    “Komoditas lain yang masih harus didatangkan dari daerah lain antara lain adalah beras, jagung, kedelai, gula, daging sapi, gandum, buah-buahkan, bahkan sayuran juga,” ucap Fuad.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.