Jawa Barat Klaim Persentase Jalan Rusak Hanya 2 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Raya yang membelah pusat kota Deyuhkolot berubah menjadi kanal akibat luapan Sungai Citarum di Bandung, Jawa Barat, 22 Desember 2014. Banjir tersebut telah merendam lebih dari 10.000 rumah. TEMPO/Prima Mulia

    Jalan Raya yang membelah pusat kota Deyuhkolot berubah menjadi kanal akibat luapan Sungai Citarum di Bandung, Jawa Barat, 22 Desember 2014. Banjir tersebut telah merendam lebih dari 10.000 rumah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertekad mempertahankan tingkat kemantapan jalan provinsi yang saat ini mencapai 98 persen. 

    Kepala Dinas Bina Marga Jabar M. Guntoro mengatakan berbagai upaya terus dilakukan, terutama menyangkut penambahan anggaran untuk menjaga kualitas jalan tersebut. Pada 2016, pihaknya mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 1 triliun. 

    "Dari jumlah tersebut, Rp 700 miliar di antaranya digunakan untuk perawatan dan pembangunan sejumlah ruas jalan baru. Sisanya untuk gaji dan honor," katanya di Bandung, Rabu, 20 Januari 2016.

    Guntoro menjelaskan saat ini panjang jalan provinsi mencapai 2.350 kilometer. Sedangkan jumlah jalan nasional di Jawa Barat mencapai 1.700 kilometer. Pihaknya pun terus berpacu dengan kondisi jalan provinsi.

    Setiap saat, kata dia, ada saja jalan yang mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan berbagai faktor. "Bisa umur pakainya yang sudah habis, akibat beban yang terlalu berat, juga faktor cuaca," katanya. 

    Terlebih, di musim hujan seperti saat ini, tidak jarang jalan provinsi tertimbun longsor. "Jadi intinya kita terus mempertahankan, syukur-syukur bisa meningkatkan. Ya setidaknya tetap 98 persen," katanya.

    Selain mempertahankan tingkat kemantapan, pihaknya terus menambah jumlah jalan provinsi. Selain membangun baru, pemprov melakukan pengambilalihan jalan kabupaten/kota.

    Sebagai contoh, pihaknya mengambil alih pengelolaan jalan di Kabupaten Sumedang dan Indramayu. "Parakan Muncang, Indramayu ada Patrol, Cihaurgeulis, akan kita tarik ke provinsi," katanya.

    Pemprov pun mengambil alih jalur Cikadu, Cianjur, sampai Sindangbarang, Garut, sepanjang 34 kilometer. "Perbaikannya dimulai dari simpang ke arah Rancabali sepanjang 14 kilometer, itu ke arah perkebunan. Belok kiri ke Kabupaten Cianjur, kemudian dari Cikadu ke Sindangbarang sekitar 20 km, jadi totalnya 34 km," kata Guntoro.

    Jalanan akan diperbaiki dengan sistem pembetonan yang diprediksi menghabiskan biaya sekitar Rp 22,5 miliar. Adapun lebarnya sekitar 4,5 meter meliputi 3 meter ruas jalan dan bahu jalan 1,5 meter. "Dana perbaikan tersebut sudah dimasukkan ke anggaran 2016," katanya. 

    Menurut dia, proses perbaikan akan membutuhkan waktu sekitar 120 hari atau empat bulan. Perbaikan jalan tersebut sangat penting karena akan mendorong perekonomian masyarakat. 

    "Apalagi potensi ekonomi di sana cukup banyak, terutama untuk komoditas pertanian. Dengan bagusnya jalan di sana, pergerakan barang dan orang pun akan semakin cepat. Apalagi petani di sana banyak memiliki komoditas unggulan," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.