Pengucuran KUR Diminta Tidak Wajib Menggunakan Agunan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melepas lilin dari cetakan di industri rumahan pembuatan lilin di Desa Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Malang, Jawa Timur, 19 Januari 2016. Industri rumahan ini telah memproduksi kurang lebih 7.000 pasang lilin untuk memenuhi permintaan menjelang imlek. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pekerja melepas lilin dari cetakan di industri rumahan pembuatan lilin di Desa Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Malang, Jawa Timur, 19 Januari 2016. Industri rumahan ini telah memproduksi kurang lebih 7.000 pasang lilin untuk memenuhi permintaan menjelang imlek. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Makassar - Ketua Asosiasi Usahawan Mikro dan Kecil Sulawesi Selatan, Ilham Alim Bahri, meminta kalangan perbankan tidak lagi mewajibkan syarat agunan saat mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    “Pada 2015 lalu kami masih mendapat keluhan pelaku usaha mikro dan kecil yang terhambat mendapatkan KUR karena tidak punya agunan,” katanya, Selasa, 19 Januari 2016.

    Menurut Ilham, pengucuran KUR kepada para pelaku usaha mikro dan kecil seharusnya dipermudah. Sepengetahuan dia, bagi yang mengajukan permohonan KUR tidak diwajibkan menggunakan agunan. Itu sebabnya dia meminta kesediaan kalangan perbankan membantu sekitar 430 ribu pelaku usaha mikro dan kecil yang saat ini ada di Sulawesi Selatan. “Bunganyapun supaya diturunkan dari 12 persen menjadi 9 persen,” ujarnya.

    Salah seorang pelaku usaha mikro, Fitriani, 35 tahun, menjelaskan saat mengajukan KUR Rp 25 juta pada sebuah bank di Makassar harus menyerahkan BPKB sepeda motornya.  Itu sebabnya ia menyambut gembira bila kewajiban agunan ditiadakan. “Kami ini pengusaha yang tidak mampu karena keterbatasan modal,” ucap wanita yang mempekerjakan lima orang tukang jahit untuk memproduksi keperluan dapur, seperti alas meja makan, alas kaki, kain lap tangan.

    Kepala Bidang Program Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Sulawesi Selatan, Zainuddin, mengatakan pihaknya akan ikut meminta kalangan perbankan mempermudah penyaluran KUR tahun ini. “Kami ingin penyaluran KUR di Sulawesi Selatan meningkat signifikan tahun ini,” ucapnya.

    Zainuddin menjelaskan, pada 2015 Bank Mandiri dan BRI telah menyalurkan KUR di Sulawesi Selatan senilai Rp 1,5 triliun. Dia para pelaku usaha mikro dan kecil mengoptimalkan pemanfaatan KUR guna mengembangkan usahanya.

    Manajer Bank Mandiri Area Sulawesi Selatan dan Maluku, Syahrizal Imbar, penyaluran KUR harus mematuhi prosedur yang berlaku. Namun dia berjanji akan terus meningkatkan jumlah KUR yang disalurkan pada 2016.

    Pada periode September hingga Desember 2015, Bank Mandiri sudah menyalurkan KUR sebanyak Rp 35 miliar. "Kami targetkan tahun ini naik di atas 50 persen," kata Syahrizal.

    INDRA OY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.