Setelah MEA Dibuka 4 Ritel Asing Bidik Pasar Pekanbaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok Solidaritas Perempuan Indonesia membawa poster Tolak MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dalam aksi memperingati hari Ibu di depan Istana Negara, Jakarta, 22 Desember 2015. Kebijakan MEA yang akan diberlakukan pada akhir 2015 membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. TEMPO/Amston Probel

    Kelompok Solidaritas Perempuan Indonesia membawa poster Tolak MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dalam aksi memperingati hari Ibu di depan Istana Negara, Jakarta, 22 Desember 2015. Kebijakan MEA yang akan diberlakukan pada akhir 2015 membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku awal Januari 2016, empat perusahaan ritel waralaba asing telah mengincar Pekanbaru. "Mereka sudah mendatangi Pekanbaru untuk memantau peluang bisnis," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustian dan Perdagangan Pekanbaru, Masirba Sulaiman, kepada Tempo, Selasa, 19 Januari 2016.

    Masirba menyebutkan, empat ritel asing itu yakni Seven Eleven, Circle K, Swensens, dan K24. Keempat ritel tersebut telah mendatangi Disperindag Pekanbaru untuk berdiskusi soal potensi bisnis dan perizinan usaha di Pekanbaru.

    Keempat ritel itu kata Masriba menyatakan ketertarikannya untuk membuka gerai di Pekanbaru setelah melihat peluang bisnis yang sudah mereka pantau. "Mereka menjajaki peluang bisnis," ujarnya.

    Masirba mengaku, Pemerintah Pekanbaru tidak mempersoalkan masuknya ritel asing di daerah itu menyusul dibukanya pasar tunggal 10 negara ASEAN. Pekanbaru kata Masirba secara terbuka menerima ritel yang ingin berinvestasi asalkan memenuhi peraturan yang berlaku. "Sepanjang memenuhi ketentuan silahkan," ujarnya.

    Masirba menyebutkan, dengan hadirnya investasi asing ini memberikan peluang bagi Pekanbaru meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi di tengah minimnya potensi wisata dan sumber daya alam. "Pekanbaru adalah daerah investasi dengan dukungan penduduk di atas satu juta jiwa," katanya.

    Hingga kini tercatat 100 gerai milik dua ritel dalam negeri beroperasi di Pekanbaru yakni Alfamart dan Indomaret. Tidak hanya ritel, sektor pedagangan, properti dan jasa cukup dimintasi di Pekanbaru. Nilai investasinya terus meningkat setiap tahun, hingga akhir November 2015 mampu Rp 11,8 triliun.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.