IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 3,4 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - IMF memperkirakan pemulihan ekonomi negara maju akan mendorong ekonomi global tumbuh 3,4% pada 2016 di tengah tekanan perlambatan ekonomi Cina.

    World Economic Outlook yang dirilis IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,1% pada 2015 dan memproyeksikan pertumbuhan 3,4% pada 2016.

    Proyeksi pertumbuhan IMF relatif lebih optimistis dibandingkan prediksi Bank Dunia. World Economic Update yang diterbitkan Bank Dunia beberapa pekan lalu memprediksi ekonomi global tumbuh 2,4% pada 2015 dan akan meningkat menjadi 2,9% pada 2016.

    IMF menyatakan percepatan laju pertumbuhan dunia pada 2016 ditopang oleh pemulihan ekonomi negara maju, khususnya Amerika Serikat, zona euro dan Jepang.

    Produk domestik bruto negara maju diproyeksikan mencapai 2,1% pada 2016 atau 0,2% lebih baik dari pertumbuhan 1,9% yang diperkirakan tercapai pada tahun lalu.

    IMF memperkirakan peningkatan aktivitas di pasar properti dan kenaikan penyerapan tenaga kerja masih akan menjaga pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam, apalagi di tengah kondisi moneter longgar setelah The Fed memutuskan menaikkan suku bunga dengan bertahap.

    Pemulihan di Zona Euro ditopang oleh suntikan stimulus dari European Central Bank dan diperkuat oleh harga minyak yang murah. Adapun ekonomi Jepang juga ditopang oleh harga energi yang murah dan dukungan kebijakan fiskal pemerintah.

    Penghambat pertumbuhan ekonomi 2016 justru negara berkembang dan negara di Timur Tengah yang bergantung pada ekspor energi dan komoditas, khususnya ke China. IMF memprediksi ekonomi China hanya tumbuh 6,3% pada 2016 atau semakin melambat dari pertumbuhan 6,9% yang tercatat pada 2015.

    Faktor lain yang membuat pertumbuhan ekonomi di emerging markets tersendat adalah normalisasi kebijakan moneter The Fed. Negar berkembang paling berisiko terkena dampak penarikan modal dari pasar finansial dan tekanan nilai tukar.

    Pertumbuhan ekonomi Asean-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand) diprediksi sebesar 4,7% pada 2015 dan akan meningkat menjadi 4,8% pada 2016. Ekonomi Brazil  dan Rusia diperkirakan masih menyusut masing-masing sebesar 3,5% dan 1%.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.