Senin, 22 Oktober 2018

Gerhana Matahari Total, Ternate Gelar Festival Legu Gam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi Benteng Tolukko di Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 27 Desember 2014. Benteng ini dibangun oleh Francisco Serao dari Portugis tahun 1540. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Wisatawan mengunjungi Benteng Tolukko di Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 27 Desember 2014. Benteng ini dibangun oleh Francisco Serao dari Portugis tahun 1540. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Kesultanan dan Pemerintah Kota Ternate akan menggelar Festival Legu Gam pada 1-14 Maret 2016. Festival budaya tahunan yang biasanya berlangsung pada 1-14 April itu dipercepat penyelenggaraannya agar bersamaan dengan peristiwa gerhana matahari total.

    "Ribuan wisatawan mancanegara akan berkunjung ke Ternate untuk menyaksikan gerhana matahari total pada 9 Maret 2016," kata Penjabat Wali Kota Ternate Idrus Assagaf, Selasa, 19 Januari 2016.

    Legu Gam merupakan pesta rakyat untuk merayakan ulang tahun Sultan Ternate, Mudaffar Sjah. Inti acara Legu Gam adalah pergelaran Tari Legu di hadapan Sultan. 
    Tari Legu merupakan jenis tarian kerajaan. Tarian ini dipentaskan setelah Sultan selesai melakukan tiga acara penting, yaitu Doru Gam, Kololi Kie, dan Fere Kie.

    Doru Gam merupakan acara kunjungan Sultan ke daerah-daerah tertentu. Kololi Kie adalah saat Sultan mengelilingi Gunung Gamalama atau Pulau Ternate lewat laut. Sedangkan Fere Kie merupakan acara Sultan mendaki Gunung Gamalama. 

    Tahun ini, Festival Legu Gam akan dimeriahkan oleh kegiatan budaya yang diangkat dari nilai-nilai kearifan lokal. Disuguhkan pula kegiatan pasar rakyat untuk memperingati hari kelahiran mendiang Sultan Ternate Mudhafar Sjah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.