Bulog Bakal Jadi Importir Tunggal Jagung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jagung. REUTERS/Francois Lenoir

    Ilustrasi jagung. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah menunjuk Perum Bulog (Persero) untuk menjadi importir tunggal jagung. Di tahap awal, perusahaan pelat merah ini akan mengimpor 600 ribu ton jagung hingga Maret 2016. 

    Bulog telah mendapatkan rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian. Saat ini sebanyak 100 ribu ton jagung asal Brasil dan Argentina yang diangkut dengan 2 kapal siap meluncur ke Indonesia. "Akhir bulan ini sepertinya sudah akan ada yang masuk," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu kepada di Jakarta, Selasa, 19 Januari 2016.

    Selain dari kawasan Amerika Selatan, Bulog menjajaki impor jagung dari Spanyol dan Ukraina. Masing-masing negara itu akan mengirim 40 ribu ton dan 60 ribu ton dengan kapal yang berbeda. "Minggu pertama dan minggu kedua Februari datang," kata Wahyu.

    Dengan harga jagung internasional sekitar Rp 3 ribu per kilogram, Bulog menyiapkan dana Rp 1,8 triliun untuk penugasan impor 600 ribu ton jagung hingga Maret 2016. Dana itu berasal dari kredit perbankan. "Kami siap," kata Wahyu.

    Saat ini Bulog belum memiliki sarana penyimpanan jagung, termasuk silo (pengering) dan fasilitas lainnya. Namun perusahaan pelat merah ini akan menyewanya dari perusahaan swasta yang biasa mengimpor jagung. 

    Bulog baru akan membeli semua barang modal itu jika Kementerian Perdagangan telah secara resmi menetapkan Bulog sebagai importir tunggal. "Kami akan mempersiapkan dengan matang, dari infrastruktur, sumber daya manusia, permodalan, sampai model bisnisnya," kata Wahyu.

    Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan aturan sebagai payung hukum bagi Bulog mengimpor jagung. "Kami sedang menyiapkan Peraturan Menteri Perdagangan tentang tata niaga impor jagung. Sudah ada drafnya, tapi belum ada pengaturan secara formal," kata Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih, secara terpisah.

    Karyanto menyatakan draf tersebut kini masih dalam proses sinkronisasi dengan instansi terkait. "Drafnya sudah di Biro Hukum Kementerian Perdagangan, tinggal kita konfirmasi ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Perekonomian untuk dicocokkan saja," katanya.

    Dia menjelaskan penunjukan Bulog sebagai importir tunggal ini bertujuan agar harga jagung tetap menguntungkan para petani, tapi tidak membebani para peternak unggas yang membutuhkan jagung untuk pakan ternak. Agar impor tidak berlebihan dan terkontrol, Bulog sebagai representasi negara harus mengendalikannya. "Prinsipnya jangan sampai mengganggu petani jagung, tapi juga jangan mengganggu peternak," tuturnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.