Kabar WNA Daftar Jadi Pegawai BEI, Ternyata Orang Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tito Sulistio. TEMPO/Subekti

    Tito Sulistio. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menepis kabar jika ada warga negara asing yang mengikuti tes seleksi Capital Market Professional Development Program (CMP-DP) pada 16 Januari 2016 di Jakarta. “Mereka orang Indonesia yang tinggal di sana,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Januari 2016.

    Tito mengatakan ada peserta yang mendaftar dari luar Indonesia di antaranya Cina, Malaysia, Australia, dan Israel. Para peserta itu adalah orang Indonesia yang tinggal di negara tersebut. Para peserta tersebut tidak diikutkan tes seleksi karena faktor teknis.

    Menurut Tito, panitia seleksi belum siap untuk melaksanakan tes online bagi peserta yang mendaftar dari luar Indonesia. Ia pun mengaku tidak siap mengirimkan pengawas seleksi jika tes berlangsung di negara masing-masing pelamar. Namun ia memastikan tidak akan membatasi peserta dari negara mana pun untuk mengikuti seleksi menjadi pegawai BEI. “Syaratnya bachelor degree, kalau bisa di bawah tiga puluh tahun.”

    Program seleksi CMP-DP merupakan pertama kali yang diselenggarakan BEI dengan pelamar mencapai 4.200. Tito berujar seleksi dilakukan serentak di 20 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Balikpapan, Aceh, Bandung, Banjarmasin, Batam, Denpasar, Jambi, Jayapura, Lampung, Makassar, Manado, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Riau.

    Tito berharap nantinya sekitar 30 orang terbaik akan mengikuti 12 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training. Mereka akan ditempatkan di tiga lembaga self regulatory organization (SRO) dan afiliasinya. Selain itu, ia mengharapkan tersedia tenaga profesional di pasar modal yang dapat mengembangkan industri pasar modal di masa mendatang.

    DANANG FIRMANTO


  • BEI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.