Tak Dapat Sapi, Kapal Ternak Jokowi Pulang Tangan Kosong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    TEMPO.CO, Kupang - Kapal ternak yang disiapkan Presiden Joko Widodo sudah dua kali pulang tanpa ternak. Kapal ini khusus disiapkan Jokowi untuk mengangkut sapi dari Nusa Tenggara Timur guna memenuhi kebutuhan daging nasional, terutama Jakarta

    Fakta itu ditemukan tim Bincang-bincang Agribisnis (BBA) yang mensurvei penjualan sapi dari NTT ke Pulau Jawa. "Kapal ternak baru sekali mengangkut sapi dari NTT, yakni pada 11 September 2015," kata Direktur BBA Yeka Hendra Fatika, Selasa, 19 Januari 2016.

    Simak: Sambut Kapal Sapi, Jokowi: Ongkos Turun Drastis! 

    Seharusnya, menurut Yeka, hingga kini kapal ini sudah tiga kali mengangkut sapi ke Pulau Jawa. Akibat tidak mengangkut sapi, negara merugi sekitar Rp 1 miliar, terdiri atas biaya bahan bakar sekitar Rp 500 juta dan operasional anak buah kapal.

    Dalam pemaparan materi bincang-bincang di Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Yeka menuturkan kapal tersebut hingga kini belum bersandar di Pelabuhan Tenau, Kupang, dan hanya parkir di tengah lautan untuk menghindari biaya parkir di pelabuhan.

    Kapal pulang dengan tangan kosong ke Jakarta karena ada beberapa alasan, di antaranya peternak enggan menjual sapinya karena dibeli dengan harga rendah dan kuota sapi yang terbatas. "Harga sapi hidup dibeli pemerintah Rp 35 ribu per kilogram," ujarnya.

    Simak: Jokowi Resmikan Kapal Pengangkut Ternak, Biar Sapi Tak Stres 

    Harga tersebut, ucap Yeka, terlalu rendah, sehingga peternak dan pengusaha mengalami kerugian. Idealnya, kata Yeka, harga daging sapi hidup per kilogram sebesar Rp 41 ribu. "Harga jual di Kupang saja mencapai Rp 90 ribu per kg," katanya.

    Pengusaha sapi, Daniel Ong, menuturkan, selain masalah harga, kapal ternak pulang tanpa hasil ke Jakarta karena belum dibukanya kuota dari pemerintah, sehingga peternak dan pengusaha belum menjual sapi. "Kami sulit mendapat izin dari Kementerian Peternakan untuk angkut sapi ke Jakarta," ujarnya.

    Saat ini kapal ternak KM Camara Nusantara masih berada di perairan NTT untuk mengangkut sapi ke Jakarta guna memenuhi kebutuhan daging nasional. Namun hampir dipastikan kapal ternak akan pulang dengan tangan kosong ke Jakarta karena dua persoalan tersebut.

    Baca juga: Daging Sapi dan Permasalahannya

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.