Turki Tertarik Investasi Alat Pertahanan di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan antusias mencoba menaiki panser Anoa 6x6 pada pameran peralatan militer buatan Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/4). Acara ini berlangsung bertepatan dengan Dirgahayu Pindad ke 27. TEMPO/Prima Mulia

    Warga dengan antusias mencoba menaiki panser Anoa 6x6 pada pameran peralatan militer buatan Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/4). Acara ini berlangsung bertepatan dengan Dirgahayu Pindad ke 27. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen alat pertahanan asal Turki, Aselsan, menyatakan keinginan untuk berinvestasi di Indonesia setelah bertemu dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin, 18 Januari 2016. "Kami melihat Indonesia sebagai pusat Asia. Jadi kerja sama ini sangat penting bagi perusahaan dan negara kami," kata Kagan Manekse, Manajer Pengembangan Bisnis dan Pasar Asia dan Pasifik Aselsan.

    Kagan mengatakan, pada dasarnya kerja sama antara kedua negara sudah berjalan dan yang akan dilakukan adalah peningkatan di bidang persenjataan.

    Produsen alat pertahanan yang sudah 40 tahun beroperasi di Turki itu memilih Indonesia karena merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar yang perekonomiannya maju. Koordinator pertemuan tersebut, Abdul Gafur, mengatakan perusahaan Turki itu antara lain mengembangkan persenjataan baru serta radar dan alat komunikasi.

    Menurut dia, Menteri Perindustrian meminta perwakilan perusahaan Turki itu menemui Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk menindaklanjuti rencana investasi tersebut mengingat produsen alutsista Indonesia, PT Pindad, berada di bawah kementerian itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.