Rate 7,25 Persen, Bunga Kredit Retail Akan Turun?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    Muliaman Darmansyah Hadad. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad menilai penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) akan diikuti penurunan suku bunga kredit secara umum. 

    “Tapi tidak seperti makan cabai langsung pedas. Ada waktu biasanya dua-tiga bulan,” ujarnya di Jakarta, Jumat malam, 15 Januari 2016.

    Muliaman menuturkan, secara umum, kondisi bunga kredit menurun. Penurunan suku bunga BI akan memperkuat tren penurunan suku bunga kredit lain, terutama pada kredit retail, konsumsi, bahkan bisa ke korporasi. 

    Menurut Muliaman, dua komponen penting dalam suku bunga adalah kondisi makro dan mikro ekonomi. Mikro ekonomi dapat dilihat dari peningkatan efisiensi. Ia mencontohkan peluncuran ATM Himbara dan konsolidasi bank BUMN dalam hal kebijakan. “Sekarang kami dorong peningkatan efisiensi dilakukan,” katanya.

    Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo juga menilai sektor perbankan bisa menyesuaikan suku bunga kredit setelah suku bunga BI turun. Namun, menurut Agus, respons itu harus didasari kondisi portofolio masing-masing bank dan dalam waktu yang tepat. 

    Agus pun mengimbau perbankan tetap meningkatkan efisiensi di tengah kondisi ekonomi dunia yang cenderung melambat.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...