Jokowi Ingin Turunkan Bunga Kredit Perbankan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan perbankan harus siap menurunkan suku bunga kredit termasuk  kredit usaha rakyat demi menjaga persaingan dalam industri keuangan. Bunga bank di Tanah Air harus bisa bersaing dengan negara-negara lain.

    "Kalau negara lain bunga bank hanya empat persen, lima persen, enam persen, kita juga harus nantinya seperti itu. Siap-siap perbankan. Entah jurusnya apa pasti akan saya cari. Entah dengan trigger subsidi," kata Jokowi saat bertemu pelaku industri keuangan di Istana Negara, Jumat, 15 Januari 2016.

    Untuk KUR, Jokowi menyayangkan  bunya KUR yang mencapai 23 persen. Usaha kecil menengah di desa, kampung, dan pasar, diberi bunga 22-23 persen sementara korporasi diberi bunga 11-12 persen. "Apa benar? Apa adil? Gap akan makin besar, gini ratio makin meningkat."

    Menurut Jokowi, pemerintah memang ingin menumbuhkan korporasi di Indonesia. Tapi, usaha kecil dan menengah juga harus diurus demi kesejahteraan rakyat.

    Tahun ini, kata Jokowi, pemerintah mengalokasikan subsidi APBN sekitar Rp 10 triliun agar suku bunga KUR mencapai sembilan persen dari yang awalnya 22 persen. Menurutnya, karena era persaingan, orang akan menggunakan suku bunga sembilan persen. "Mau tidak mau ke depan industri jasa keuangan kita harus efisien. Entah yang BPR, BPD, bank swasta, Bank BUMN harus menyiapkan diri."

    Siang tadi Presiden Jokowi menghadiri pertemuan tahunan Otoritas Jasa Keuangan dengan pimpinan Industri Jasa Keuangan di Istana Negara. Sejumlah menteri kabinet kerja juga menghadiri pertemuan seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofjan Djalil dan petinggi OJK.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?