Kementerian Perhubungan Bangun 15 Bandara Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja teknik PT GMF AeroAsia berada di hanggar 4 milik Garuda Indonesia yang baru diresmikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Pembuatan Hanggar terbesar di dunia tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 879,3 miliar. AP Photo

    Pekerja teknik PT GMF AeroAsia berada di hanggar 4 milik Garuda Indonesia yang baru diresmikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Pembuatan Hanggar terbesar di dunia tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 879,3 miliar. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan membangun dan mengembangkan bandara baru di 15 lokasi di seluruh Indonesia. Selain bandara baru, dilakukan juga perpanjang landasan pacu (runway) di 27 lokasi dan rehabilitasi terminal penumpang bandara di 13 lokasi.

    "Kementerian Perhubungan telah mengalokasi dana sebesar Rp 5.83 triliun untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan prasarana bandar udara pada tahun anggaran 2016,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Barata dalam rilisnya, Jumat, 15 Januari 2016.

    Pembangunan dan pengembangan infrastuktur transportasi udara ini banyak dilakukan di wilayah terluar dan perbatasan Indonesia, seperti kepuluan Anambas ataupun Pulau Mangas yang letaknya di perbatasan Indonesia-Filipina," kata Barata. Ia menambahkan, daerah timur Indonesia seperti Maluku dan Papua tidak luput jadi sasaran pembangunan.

    Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mewujudkan nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, yaitu pemerataan pembangunan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kesatuan daerah-daerah. "Pembangunan tersebut tidak hanya terfokus di wilayah Jawa, namun merata ke pulau lainnya di Nusantara, dengan demikian tidak ada lagi Jawa-sentris," ujar Barata.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.