Asosiasi Petani Tebu Rakyat Tolak Rencana Impor Gula Kristal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melamun saat unjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (14/12). Mereka menolak rencana pemerintah mengimpor gula 500.000 Ton. TEMPO/Subekti

    Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melamun saat unjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (14/12). Mereka menolak rencana pemerintah mengimpor gula 500.000 Ton. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menolak rencana pemerintah mengimpor gula Kristal putih sebanyak 200.000 ton pada tahun ini.

    Ketua Umum APTRI Soemitro Soemadikoen mengatakan mengatakan bahwa stok gula nasional saat ini masih mencukupi. Stok gula sebanyak 1 juta ton pada awal 2016 diyakini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama lima bulan ke depan.

    “Tidak cukup alasan pemerintah untuk melakukan impor saat ini. Kondisi harga gula masih stabil dan tidak terjadi kelangkaan gula di pasar,” kata Soemitro dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (15 Januari 2016).

    Menurutnya, kebijakan impor gula tersebut akan makin memperparah tata niaga gula nasional karena kondisi saat ini masih terjadi rembesan gula rafinasi di pasar konsumsi dan masuknya gula ilegal dari daerah perbatasan.

    Mestinya pemerintah lebih memprioritaskan masalah pengawasan di pasar konsumsi sehingga tata niaga gula nasional lebih sehat. APTRI menilai kebijakan importasi tersebut dipastikan akan menurunkan  gairah petani tebu untuk meningkatkan produktifitasnya.

    Selain itu, APTRI juga menolak rencana pemerintah untuk mendorong penggunaan gula rafinasi  untuk industri kecil dan menengah (IKM)melalui distributor. Kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menjadi sumber kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi dalam jumlah yang lebih besar lagi. Akibatnya kebijakan tersebut merugikan petani.

    Kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi pernah terjadi pada saat diberlakukannya Surat Menteri Perdagangan No.111 Tahun 2009 tentang Distribusi Gula Rafinasi untuk IKM melalui distributor yang sudah dicabut dengan diterbitkannya surat menteri perdagangan no.1300/M-DAG/SD/12/2014 tertanggal 18 Desember tahun 2014, perihal instruksi pendisribusian gula kristal rafinasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.