Pembangunan 4 Jalan Tol, Biaya 20 Persen Utang dari Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan konstruksi proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Jakarta, Jumat (6/7). ANTARA/Andika Wahyu

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan konstruksi proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Jakarta, Jumat (6/7). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan konstruksi empat ruas tol yang menggunakan pinjaman Cina, yakni  Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Manado—Bitung, Balikpapan—Samarinda, dan Solo-Kertosono dapat mencapai 20% pada tahun ini.

    Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto W. Husaini mengungkapkan saat ini konstruksi belum dimulai. Para kontraktor untuk masing-masing ruas baru melakukan persiapan seperti membangun camp dan memasukkan alat-alat berat.

    “Kita baru bayar saja, pekerjaan lapangannya belum, tetapi alat-alat sudah di lapangan. Bikin camp dan macam-macam itu kan persiapannya hampir sebulan sendiri,” ujarnya, Jumat, (15 Januari 2016.

    Menurutnya, hingga kini pinjaman Cina yang telah cair sekitar Rp 7 triliun, yang digunakan untuk membayar pekerjaan konstruksi pada tiga ruas yakni Cisumdawu, Samarinda-Balikpapan dan Solo-Kertosono. Sementara sisanya, sekitar Rp 3 triliun untuk ruas Manado-Bitung belum dapat digunakan karena masalah administrasi.

    “Senin yang saya janjikan dua ruas bisa cair ternyata hanya satu. Di Manado-Bitung itu  nama perusahaannya  berubah dari sebelumnya,” katanya.

    Terkait dengan itu, pihaknya kini tengah memanggil kontraktor yang bersangkutan untuk mengubah kembali nama perusahaan ke asal. Dengan demikian, pinjaman untuk ruas tersisa dapat dicairkan sesegera mungkin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.