Timor Leste Terang, Indonesia Gelap, Menteri ESDM: Ironis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said (kiri) berbincang dengan Menteri Perhubungan  Ignasius Jonan sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 23 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Menteri ESDM Sudirman Said (kiri) berbincang dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 23 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengaku sedih setelah berkeliling Indonesia Timur awal Januari 2016 lalu. Dalam tiga hari, Sudirman mengunjungi Sorong, Morotai, Lombok, dan Papua. 

    "Pekan lalu, saya bersama anggota tim ESDM berkunjung ke pulau paling selatan Indonesia, di Pulau Selaru," katanya pada saat memberi pengarahan di depan pegawai dan rekanan Kementerian Energi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Januari 2016.

    Menurut Sudirman, ada 14 ribu penduduk yang tinggal di Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Ada tujuh desa di pulau itu. "Yang baru dapat listrik baru tiga, yang empat desa masih gelap," ucapnya.

    Sementara itu, kata Sudirman, nelayan hanya bisa melaut untuk kebutuhannya sendiri atau kebutuhan sekitar karena tidak punya kapasitas penyimpanan. 

    Sudirman juga punya cerita tentang Nusa Tenggara Timur. "Di perbatasan Timor Leste, listriknya lebih maju dari kita. Tapi di sebelahnya, yang merupakan bagian dari negara kita, masih gelap gulita."

    "Dua cerita tadi, kalau dihubungkan, menjadi ironis," ujar Sudirman. Ia menjelaskan lebih dari 12 ribu desa di Indonesia belum mendapatkan listrik dengan sempurna. "Sebanyak 2.519 desa di antaranya sama sekali gelap, belum mendapatkan akses listrik. Tapi elite kita di Jakarta masih terus main-main dengan kewenangannya."

    Ia pun meminta pegawai di Kementerian Energi tidak “bermain-main”. "Cukup sudah pengalaman pahit yang menimpa kementerian yang saya pimpin sekarang, terjadi di masa lalu saja," katanya. "Sekarang dan ke depan, itu dijadikan sejarah saja. Ditinggal."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.