Menteri Jonan: Bandara Karawang Dibatalkan, Lahan Buruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat memberi keterangan dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat memberi keterangan dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 2 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan wacana pembangunan bandara di Karawang tidak akan ditindaklanjuti dengan alasan rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW) tidak memenuhi syarat.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bandara karawang tidak bisa dikembangkan karena di lokasi ini ada hutan lindung, ada sawah, lahan subur dan sebagainya.

    "Karawang tetap tidak bisa. Belum sekarang," tegasnya, Kamis (14 Januari 2016).

    Adapun, calon bandar udara ini sudah masuk dalam tatanan kebandarudaraan nasional sejak 2013 lalu dan ditargetkan beroperasi 2020 mendatang.

    Bahkan, sebelumnya, Direktur Kebandarudaraan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan persiapan pembangunan Bandara Karawang tersebut masih berjalan.

    Dia mengungkapkan lokasi bandaranya sudah ditetapkan yakni di barat laut Danau Jatiluhur.

    Perlu diketahui, PT Angkasa Pura II berminat mengembangkan dan mengoperasikan bandar udara di wilayah tersebut.

    “Ya, kalau ada kesempatan pasti AP II paling berminat,” tegasnya September lalu.

    Tidak hanya AP II, Agus mengungkapkan investor asal Jepang, Korea Selatan dan Italia juga sudah mengungkapkan minatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.