Pasca Bom Sarinah, Pengamanan Borobudur Diperketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing di Candi Borobudur, Magelang. TEMPO/Heru CN

    Turis asing di Candi Borobudur, Magelang. TEMPO/Heru CN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Candi Borobudur memperketat pengamanan bagi para pengunjung yang masuk ke objek wisata candi Buddha terbesar di dunia tersebut, pascaledakan di kawasan Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis pagi (14 Januari 2016).

    Candi Borobudur pernah dibom kelompok Cicendo pada 1985. Belasan stupanya hancur, padahal Candi Borobudur tengah direstorasi besar-besaran saat itu.

    Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Chrisnamurti Adiningrum, di Magelang, Kamis (14 Januari 2016), mengatakan, setelah mendengar berita ledakan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

    "Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan pengamanan di kawasan Candi Borobudur, terutama pada pengunjung yang masuk candi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

    Ia menuturkan setiap saat selalu kerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengamanan Candi Borobudur.

    "Selain pengamanan interen dari Taman Wisata Candi Borobudur, kami juga melibatkan polisi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.