BNI Yakin Penuhi Target Salurkan KUR Rp 11,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas teller Bank Negara Indonesia (BNI) merapihkan uang rupiah saat berlangsungnya transaksi, Jakarta, (28/8). Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga di posisi Rp 9.535 per dolar AS pada (28/8). Posisi itu melemah dari Rp 9.515 per dolar AS pada (27/8) dan makin tertekan dari posisi Jumat (24/8) di level Rp 9.504 per dolar AS, (23/8) Rp 9.495 per dolar AS, (16/8) Rp 9.498 per dolar AS dan (15/8) Rp 9.494 per dolar AS. Tempo/Aditia Noviansyah

    Seorang petugas teller Bank Negara Indonesia (BNI) merapihkan uang rupiah saat berlangsungnya transaksi, Jakarta, (28/8). Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga di posisi Rp 9.535 per dolar AS pada (28/8). Posisi itu melemah dari Rp 9.515 per dolar AS pada (27/8) dan makin tertekan dari posisi Jumat (24/8) di level Rp 9.504 per dolar AS, (23/8) Rp 9.495 per dolar AS, (16/8) Rp 9.498 per dolar AS dan (15/8) Rp 9.494 per dolar AS. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. optimistis mampu memenuhi target penyaluran kredit usaha rakyat tahun ini mencapai Rp11,5 triliun. "Kami yakin dengan penurunan suku bunga kredit KUR, target itu bisa tercapai," ucap Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Achmad Baiquni.

    Angka Rp11,5 triliun diperkirakan setara dengan 48.000 - 50.000 debitur. Jumlah ini dengan asumsi pada tahun lalu saja dengan nilai pinjaman Rp3 triliun sama dengan 12.000 debitur.

    Selama Agustus - Desember tahun lalu, BNI menyalurkan Rp3 triliun KUR se-Indonesia. Angka ini kurang tipis dibandingkan dengan target yang dibidik senilai Rp3,2 triliun. Debitur ritel merupakan yang terbanyak diperkirakan mencapai sekitar 95% setara Rp11 triliun. "Kami tak khawatir dengan resiko kredit macet, itu sudah kami perhitungkan. Kami tutup dengan asuransi penjaminan," ujar Achmad.

    Penurunan suku bunga KUR menjadi 9% diyakini bakal jadi pemacu minat debitur mencari kredit.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.