Bursa Efek Indonesia Akan Benahi Indeks Sektoral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan pihaknya berencana untuk membenahi sektor-sektor yang ada di Bursa Efek. Selama ini penataan sektor belum spesifik merujuk pada sektor yang ada.

    "Karena (selama ini) enggak comparable. Enggak spesifik, misalnya, segala jenis usaha masuk infrastruktur. Nah infrastruktur kan macam-macam juga. Makanya dibenahi agar lebih menggambarkan," kata Samsul Hidayat di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 14 Januari 2016.

    Menurut Samsul, pembenahan tersebut lebih merujuk pada mendiversifikasi sektor agar jenis emiten-emiten dapat diklasifikasi sesuai dengan sektor yang ada. "Kan sekarang ada sembilan sektor utama, tapi subsektornya ada 50-60 subsektor. Nah kami ingin agar sektor utama ini diadjust, disesuaikan dengan pembagian sektor, misalnya, seperti sektor Biro Pusat Statistik," katanya.

    Dengan adanya pembenahan, menurut Samsul, dapat membuat sektor di Bursa lebih representatif dan bisa dipahami para investor. "Jadi kalau investor ingin melihat suatu sektor jadi lebih relevan gitu."

    Untuk merealisasikan diverifikasi ini, Samsul mengatakan saat ini pihaknya sedang mengevaluasi subsektor dari sembilan sektor emiten yang diperdagangkan di bursa. "Lagi di-review teman-teman di riset. Jadi kami punya sistem maintenance index," katanya.

    Saat ini, ada sembilan pembagian sektor utama yang diperdagangkan di Bursa yang terdiri atas puluhan subsektor. Untuk sektor pertama ada pertanian dan pertambangan. Sektor kedua, terdiri atas industri dasar dan kimia, aneka industri, dan industri barang konsumsi. Untuk sektor ketiga, ada properti dan real estate, infrastruktur, utilitas dan transportasi, sektor keuangan, sektor perdagangan, serta jasa dan investasi.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.