Pembangunan Bandara Kertajati Diambil Alih Kemenhub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di BEI, Jakarta, 4 Januari 2016. Secara tahunan (year to date) IHSG turun sebanyak 633,94 poin atau 12,13 persen dibanding penutupan tahun 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di BEI, Jakarta, 4 Januari 2016. Secara tahunan (year to date) IHSG turun sebanyak 633,94 poin atau 12,13 persen dibanding penutupan tahun 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COMajalengka - Presiden Joko Widodo memutuskan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, diambil alih Kementerian Perhubungan. Tahun depan ditargetkan bandara ini sudah bisa dioperasikan.

    “Saya putuskan diambil alih Menteri Perhubungan melalui APBN,” kata Jokowi saat meninjau lokasi pembangunan BIJB di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis, 14 Januari 2016. 

    Jokowi mengungkapkan keprihatinannya terhadap lamanya pembangunan Bandara Kertajati. Ini dimulai dengan pembebasan lahan yang sudah dilakukan sejak 6 tahun lalu. Diharapkan setelah diambil alih pemerintah pusat, pembangunan Bandara Kertajati segera rampung dan dapat dioperasikan tahun depan.

    Pemerintah pusat, lanjut Jokowi, telah mengucurkan anggaran dari APBN sebesar Rp 375 miliar tahun lalu untuk pembangunan konstruksi landas pacu (runway). Sedangkan tahun ini dari APBD Jawa Barat juga disiapkan anggaran Rp 500 miliar. Secara keseluruhan, untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi runway dan terminal masih dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. Dengan adanya anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 500 miliar, masih dibutuhkan sisa anggaran senilai Rp 2 triliun.

    Jokowi pun mengaku sebelumnya sudah menawarkan kepada Angkasa Pura untuk menyelesaikannya tapi ditolak. Untuk itu, Presiden memutuskan Kemenetrian Perhubungan yang mengambil alih pembangunan bandara tersebut. “Saya berharap keberadaan bandara ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” 

    Jokowi menilai dengan adanya bandara berstandar internasional, pesawat-pesawat berbadan lebar bisa mendarat. Hal tersebut sangat dibutuhkan, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. “Bandara ini juga tersambung dengan kereta api dan pelabuhan (internasional) baru yang akan dibangun. Walaupun belum diputuskan nanti dimana,” kata Jokowi. Namun, saat ditanyakan mengenai nama BIJB, Jokowi belum bersedia menyebutkannya. “Nanti kalau sudah jadi,” kata Jokowi.

    Seperti diketahui, sesuai dengan rencana induk, BIJB dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektare. BIJB pun nantinya akan dilengkapi dengan dua buah runway berukuran 3.500 x 60 meter dan 3.000 x 60 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 dan Boeing 777.

    Saat ini BIJB telah memiliki satu buah runway berukuran 2.500 x 60 meter. Untuk sisi udara, bandara akan dilengkapi dengan apron seluas 228.944 meter persegi yang mampu menampung dua pesawat sekelas Boeing 777, sepuluh pesawat sekelas 737-900 ER, dan 12 pesawat sekelas Boeing 737-400, taxiway, runway strip 3.120 x 300 meter, fasilitas alat bantu pendaratan pesawat, dan fasilitas penunjang lainnya. 

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.