Saham Australia Jatuh Terseret Penurunan Tajam Wall Street

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Seth Wenig

    AP/Seth Wenig

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham Australia dibuka jatuh ke tingkat yang belum pernah terlihat sejak 2013 pada Kamis, 14 Januari 2016 dalam sebuah reaksi terhadap penurunan tajam di Wall Street sehari sebelumnya.

    Indeks acuan S&P/ASX200 turun 104 poin atau 2,08 persen menjadi diperdagangkan pada 4.883,4, sementara yang lebih luas indeks All Ordinaries turun 101,6 poin atau 2,01 persen pada 4.940,0.

    Penurunan tajam di ekuitas AS telah melihat bahwa sentimen beralih ke pasar lokal meskipun pada Rabu (13 Januari 2016) membukukan keuntungan dari reli dua gelombang karena data positif dari Tiongkok.

    "ASX mencetak positif kemarin terlihat seperti berada di persimpangan karena penurunan di pasar global semalam (Rabu) membuat saya berpikir satu -- pelestarian modal," kata ahli strategi pasar IG, Evan Lucas.

    Kekhawatiran investor tentang penurunan harga energi dan komoditas, pendapatan perusahaan dan ekonomi global yang mengecewakan telah melihat miliaran terhapus dari pasar global untuk awal terburuk mereka pada Tahun Baru.

    Saham-saham Aussie menghadapi tekanan jual berbasis luas pada pembukaan dengan penambang emas di antara beberapa yang bisa menghindari pembantaian.

    ANZ turun 2,24 persen, Commonwealth Bank of Australia turun 2,59 persen, National Australia Bank turun 2,31 persen dan Westpac merosot 2,83 persen.

    BHP Billiton kehilangan 2,03 persen ke terendah baru 11 tahun, saingannya Rio Tinto dibuka 3,01 persen lebih lemah namun penambang emas Newcrest menguat 1,27 persen karena "safe haven" emas dicari.

    Oil Search jatuh 3,72 persen, Santos merosot 6,43 persen dan Woodside Petroleum dibuka 3,13 persen lebih lemah.

    Woolworths dan Wesfarmers masing-masing turun 2,11 dan 1,99 persen. Qantas turun 1,31 persen dan Telstra turun 2,03 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.