Baru Dibuka, IHSG Langsung Merosot 1,03 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Seorang karyawan mengamati pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG langsung merosot 1,03 persen dari perdagangan kemarin saat trading dibuka tepat pukul 09.00. IHSG hari ini dibuka di level 4.492,785 turun sekitar 44 poin dari penutupan kemarin yang berada di zona hijau di angka 4.537.

    Setelah itu pergerakan IHSG belum memperlihatkan tanda-tanda penguatan. Berdasarkan pantauan Tempo, pada pukul 9.15 IHSG masih berada di level 4.491,992 atau turun 45,187 poin (1 persen) dari pembukaan awal.

    Penurunan IHSG juga diikuti oleh turunnya Indeks sektoral lainnya. Sektor konsumer turun sebesar 12,32 poin atau 0,6 persen di level 2.042,36. Dan Sektor Agri juga turun sebesar 0,63 persen atau 10,492 poin di level 1.632,165.

    Menurut Analis Ekonomi David Sutyanto, penurunan IHSG hari ini banyak dipengaruhi oleh sentimen anjloknya perdagangan di wallstreet. "Anjloknya pasar saham Wall Street tadi malam akan mempengaruhi sentimen perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan bergerak di 4490 hingga 4560 cenderung koreksi," ujar David Setyanto dalam siaran tertulisnya pada Kamis 14 Januari 2016.

    Semalam, Indeks DJIA dan S&P koreksi tajam masing-masing 2,21 persen dan 2,50 persen tutup di 16151,41 dan 1890,28. Harga minyak mentah menguat tipis 0,72 persen di US$ 30,66 per barel. Namun kata David, Pasar kembali mengkhawatirkan harga minyak yang rendah dan outlook perlambatan ekonomi global yang akan menekan pertumbuhan laba emiten.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.