Jokowi Tinjau Kemajuan Proyek Bandara Kertajati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Menko Puan Maharani dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam kunjungan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Ghoida Rahmah

    Presiden Jokowi didampingi Menko Puan Maharani dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam kunjungan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Indramayu - Hari ini Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke daerah Majalengka dan Cirebon. Sesuai jadwal acara, Jokowi akan meninjau lokasi pembangunan Banda Udara Kertajati, Majalengka, pagi ini, Kamis, 14 Januari 2016.

    Seusai mengunjungi bandara, Jokowi bersilaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka. Setelah itu presiden meninjau rumah kerang, pabrik kerajinan rotan di di desa Tegal Wangi, Cirebon dan pasar batik Trusmi.

    Siang hari, Jokowi akan melakukan pencanangan kampung keluarga berencana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Waluya Bondet, Cirebon. Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Jokowi bersilaturahmi dengan Pimpinan Buntet Pesantren, Cirebon.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan mendampingi Presiden RI Joko Widodo untuk meninjau progres pembangunan bandar udara ini. Pembangunan Bandar Udara Kertajati ini dilakukan Kementerian Perhubungan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2013.

    Kementerian Perhubungan mengerjakan pembangunan sisi udara dengan menggunakan APBN sebesar Rp 375 Miliar atau 37,5 persen dari kebutuhan total sisi udara sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan pembangunan sisi darat, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektar lebih dulu dari kebutuhan lahan total 1.800 hektare.

    Bandar Udara Kertajati pada tahap awal direncanakan akan memiliki satu landas pacu atau runway dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Bandar udara alternatif bagi masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah ini ditargetkan selesai akhir tahun 2017.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.