Harga Karet Rendah, PTPN XII Beralih Menanam Tebu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menyadap getah karet di Jember, Jawa Timur (1/3). Dalam sehari pekerja mampu mengumpulkan 60 kg getah karet yang disetorkan ke PTPN XII dengan harga Rp 2500/kg. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang pekerja menyadap getah karet di Jember, Jawa Timur (1/3). Dalam sehari pekerja mampu mengumpulkan 60 kg getah karet yang disetorkan ke PTPN XII dengan harga Rp 2500/kg. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Banyuwangi -

    PT Perkebunan Nusantara XII akan mengalihfungsikan 30 ribu hektare lahan tanaman karet dan kakao miliknya di Banyuwangi, Jawa Timur, ke tanaman tebu.

    “Harga karet sekarang sangat rendah,” kata Direktur Utama PTPN XII, Irwan Basri, saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Rabu sore, 13 Januari 2016.

    Menurut Irwan, harga karet di pasar dunia terus melorot dari 4 Dollar Amerika per kilogram menjadi 1,1 Dollar Amerika per kilogram. Sedangkan harga kakao masih relatif stabil.

    Meski begitu, PTPN XII hanya akan menebang tanaman karet dan kakao yang berumur lebih dari 25 tahun. “Nanti kalau harganya sudah bagus kami akan tanam karet lagi,” ujarnya.

    Irwan menjelaskan, PTPN XII memilih tanaman tebu untuk mendukung produksi pabrik gula (PG) Glenmore di Perkebunan Kalirejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Pabrik hasil patungan antara PTPN III, PTPN XI dan PTPN XII itu diproyeksikan sebagai pabrik gula termodern di Asia Tenggara.

    Irwan mengatakan, PG Glenmore akan giling perdana pada Juli 2016 dengan kapasitas 8 ribu ton. Ke depannya kapasitas giling ditingkatkan hingga 16 ribu ton. Untuk mencapai kapasitas maksimal itu, PG Glenmore dengan investasi Rp 1,6 triliun ini membutuhkan luas area tanaman tebu hingga 30 ribu hektare.

    Hingga tahun ini luas tanaman tebu yang tersedia baru 6 ribu hektare. Lahan tersebut hasil dari alihfungsi karet dan kakao pada tahap pertama. Adapun produktivitas tebu yang telah dipanen 120 ton hingga 133 ton per hektare. “Kami menargetkan rendemen 9 persen pada giling pertama,” ucap Irwan.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.