Layanan Mikro, Outlet Mandiri Mitra Usaha Ada di Kantor Pos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. siap melakukan ekspansi untuk penyaluran kredit bagi sektor usaha mikro dengan memanfaatkan jaringan kantor milik PT Pos Indonesia (Persero) yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

    Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, dengan adanya kerjasama yang dijalin antara perseroannya dan PT Pos Indonesia (Posindo), pihaknya tidak perlu menyewa atau membangun kantor layanan sendiri.

    “Kantor Pos sudah ada di seluruh Indonesia. Kami bekerjasama, sehingga di seluruh kantor pos bisa disediakan outlet Mandiri Mitra Usaha. Itu adalah layanan Bank Mandiri dalam bentuk mikro ,” katanya saat di Bandung, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (13 Januari 2016).

    Dia melanjutkan jaringan kantor Posindo yang mencapai 4.500 kantor, dalam tahap awal tidak secara keseluruhannya akan dijadikan outlet Mandiri Mitra Usaha (MMU). Perseroannya, sebutnya, akan tetap selektif.

    “Akan kami lihat apakah inline dengan strategi bisnis Bank Mandiri. Niatnya semua, tetapi tentunya kami pilih-pilih mana yang paling menguntungkan,” ujarnya.

    Menurut dia, perseroannya telah menjadikan kredit mikro sebagai salah satu sektor penting dalam bisnis intermediasi yang dijalankan Bank Mandiri selama ini. “Untuk mikro mempunyai porsi sekarang hampir 30%, dibandingkan dengan porsi secara keseluruhan untuk UMKM.”

    Kerjasama penggunaan jaringan kantor Posindo oleh Bank Mandiri merupakan bentuk perjanjian kerjasama (PKS) baru yang ditandatangani oleh kedua perusahaan plat merah tersebut pada 29 Desember lalu.

    “Saling memberikan win-win-solution. Kami masuk ke situ dengan imbalan kami memberikan jasa kepada PT Pos. Kerjasama ini telah membuka peluang yang sangat kami harapkan,” sebut Sulaiman.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.