Pemerintah Bentuk 50 Sentra Peternakan Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan perawatan pada kuda pacu di peternakan kuda Megastar di Desa Oro-oro Ombo, Junrejo, Batu, Jawa Timur, 5 Januari 2016. Peternakan kuda pacu yang berada di lereng gunung Panderman ini memiliki luas 38 hektar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pekerja melakukan perawatan pada kuda pacu di peternakan kuda Megastar di Desa Oro-oro Ombo, Junrejo, Batu, Jawa Timur, 5 Januari 2016. Peternakan kuda pacu yang berada di lereng gunung Panderman ini memiliki luas 38 hektar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian mendorong  peternak sapi perah rakyat di Indonesia untuk membentuk sedikitnya 50 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) pada tahun ini untuk  mempercepat peningkatan produksi susu di Tanah Air.

    Di Indonesia, kata Prof. Muladno, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, banyak  peternak susu sapi perah, namun belum ada terbentuk Sentra Peternakan Rakyat.

    Pada 2014, kata Muladno, populasi sapi perah di Indonesia berjumlah 483.000 ekor dengan produksi rata-rata 10 liter per ekor per hari. Produksi itu masih rendah dan perlu ditingkatkan 1 liter per tahun.

    “Sentra Peternakan Rakyat merupakan pendekatan pembangunan, kekompakan antar propinsi, dan antar negara, karena peternak di Indonesia kecil-kecil dan sendiri-sendiri,” kata Muladno, pada acara Reunion peserta program Fonterra Dairy Scholarship di Lembang, Jabar, Selasa (12 Januari 2016) sore.

    Pemerintah, katanya, akan menfasilitasi pembentukan SPR dan membantu sekitar Rp3 miliar per satu SPR untuk membangun fasilitas yang diperlukan.  Di Indonesia diperkirakan  terdapat 50 SPR. Tujuannya untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu di Tanah Air.

    Pada tahun ini, katanya,  total anggaran APBN untuk pelaksanaan program di Ditjen  Peternakan dan Kesehatan Hewan mencapai Rp2,3 triliun yang diperuntukan antara lain untuk SPR, dan penyedian sapi induk. “Program SPR baru dimulai tahun ini,” kata pejabat tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.