Revisi Daftar Negatif Investasi Dilakukan Secara Bertahap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan revisi daftar negatif investasi akan dilakukan secara bertahap. Menurut dia, saat ini ada 754 komoditas yang masuk dalam DNI yang akan direvisi.

    “Presiden meminta agar segera dilakukan perbaikan perubahan terhadap daftar negatif investasi yang diharapkan dalam waktu dua minggu sudah mulai keluar satu putaran,” ucap Darmin, Selasa, 12 Januari 2016.

    Menurut Darmin, berdasarkan undang-undang, ada tujuh sektor yang terlarang untuk penanaman modal asing, di antaranya bahan peledak. Namun dia mengaku akan melakukan pembahasan dan meninjau agar ada sejumlah perubahan sehingga bisa memberikan kesempatan investasi yang lebih luas.

    Saat ini salah satu yang tengah ramai diperbincangkan adalah terkait dengan revisi DNI untuk industri film. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan revisi diperlukan agar investor bisa masuk Indonesia untuk menambah jumlah layar bioskop yang saat ini hanya 1.088. Padahal Indonesia minimal memiliki 5.000 layar bioskop.

    Menurut Triawan, untuk bisa merealisasi 5.000 layar bioskop, dibutuhkan investor asing yang mau menanamkan modalnya. Dia menuturkan penambahan layar itu akan diprioritaskan untuk daerah di kabupaten dan kota dengan segmen kelas menengah-bawah.

    “Kalau untuk bioskop kelas menengah-atas seperti di mal, sudah banyak dan bagus dengan standar internasional,” tuturnya.

    ALI HIDAYAT | ARIEF HIDAYAT

    Baca juga:
    Ahok Pecahkan Rekor KPK, Serahkan Gratifikasi Rp 10 Miliar 
    Ahli Forensik Menduga Mirna Dibunuh, Begini Skenarionya 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.