Google Perbanyak Mitra Kembangkan Mobil Self-Driving  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah prototipe kendaraan self-driving, yang dirancang oleh industri teknologi Google. Kendaraan ini tengah dipamerkan dihadapan para awak media, di Mountain View, California 29 September 2015. REUTERS / Elia Nouvelage

    Sebuah prototipe kendaraan self-driving, yang dirancang oleh industri teknologi Google. Kendaraan ini tengah dipamerkan dihadapan para awak media, di Mountain View, California 29 September 2015. REUTERS / Elia Nouvelage

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden proyek mobil Google, John Krafcik, mengatakan Google Alphabet Inc akan menjalin kemitraan lebih banyak dengan produsen dan pemasok mobil untuk mempercepat pengembangan mobil self-driving. Namun dia belum membocorkan perusahaan mana saja yang akan digandeng.

    "Kami tidak mungkin bekerja sendirian. Tentu saja, kami akan membangun mitra yang lebih banyak," kata Krafcik, seperti dilansir Reuters, Rabu, 13 Januari 2016.

    Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers pameran otomotif Detroit, Krafcik diam-diam melakukan survei bersama para eksekutif industri otomotif. Dalam kesempatan yang sama, dia memberikan sinyal kepada Detroit. "Kami berharap bisa bekerja dengan kalian semua," ucapnya.

    Salah seorang pejabat Google berujar, pihaknya tidak akan membuat kendaraan secara utuh, tapi hanya menyediakan perangkat lunak agar bisa menavigasi mobil saat di jalan dengan aman.

    Sejauh ini, Google telah bekerja sama dengan pemasok otomotif dan menandatangani kontrak dengan produsen mobil untuk membuat prototipe mobil self-driving. Bentuknya lebih kecil jika dibanding kendaraan yang dipamerkan Detroit.

    Google dan perusahaan teknologi global, seperti Delphi Otomotif Plc, Continental AG, dan Mobileye NV, berlomba mengembangkan kendaraan dengan menggunakan mesin pengendali, peta yang canggih, dan teknologi pintar untuk meminimalkan kelalaian manusia dalam berkendara.

    Krafcik percaya sebagian besar dalam operasi mobil membutuhkan pengendara untuk mengambil alih komando dalam kondisi tertentu, sehingga mereka dapat mengatasi masalah keamanan. "Mobil harus bisa melakukan itu semua," tuturnya.

    Menurut Krafcik, kebanyakan produsen mobil, termasuk General Motors Co, Tesla Motors Inc, Daimler AG, dan Nissan Motor Co, sedang mendorong pengembangan mobil tanpa banyak sentuhan tangan selama berkendara. Namun masih banyak yang membutuhkan campur tangan pengemudi untuk mengambil alih situasi yang lebih kompleks.

    REUTERS | LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!