Konsultasi Awal Tahun, Lima Pemimpin KPK Kunjungi BPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berpose bersama Jaksa Agung, HM Prasetyo usai bertemu di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, 5 Januari 2016. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan komunikasi intensif antarpenegak hukum sangat baik dalam rangka kerja pemberantasan korupsi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berpose bersama Jaksa Agung, HM Prasetyo usai bertemu di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, 5 Januari 2016. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan komunikasi intensif antarpenegak hukum sangat baik dalam rangka kerja pemberantasan korupsi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi berkunjung ke kantor Badan Pemeriksa Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Januari 2016. Mereka tiba sekitar pukul 09.00 WIB.

    Ketua BPK Harry Azhar Azis menerima mereka di lantai 19 gedung BPK. Saat bertemu, ia langsung menyalami lima pemimpin KPK tersebut. Kelimanya adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan empat wakilnya: Inspektur Jenderal Basaria Pandjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, dan Laode Muhamad Syarif.

    Setelah berfoto-foto di depan wartawan, mereka memasuki ruang rapat. "Kedatangan mereka untuk perkenalan dan konsultasi," kata anggota staf Bagian Hubungan Masyarakat BPK, Wahyu Priyono. Selain Ketua BPK Harry, pejabat BPK yang menerima pimpinan KPK adalah Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari, para anggota, dan pejabat eselon I.

    Menurut Wahyu, pejabat lembaga negara yang baru dilantik biasanya berkunjung ke BPK. Pimpinan KPK, yang dilantik di Istana Negara, Jakarta, 21 Desember 2015, sebelumnya telah mengunjungi Kejaksaan Agung pada 5 Januari 2016.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.