Hari Ini, Darmin Hadir di Rapat Dewan Gubernur BI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan menghadiri Rapat Dewan Gubernur bulanan Bank Indonesia. Dalam dua hari rapat, bekas Gubernur Bank Indonesia tersebut akan menghadiri rapat hari ini, Rabu, 13 Januari 2015.

    "Ya, saya datanglah," ujarnya di kantornya, Selasa, 12 Januari 2016. Kedatangan Darmin tersebut untuk mendengar pendapat pemerintah ihwal situasi fiskal terkini. Masukan tersebut akan digunakan BI dalam menentukan kebijakan moneter negara.

    Hal tersebut merupakan pertemuan wajib dan merupakan koordinasi rutin antara pemerintah dan BI. Sesuai dengan Undang-Undang No 23 Tahun 1999 tentang BI.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, mengatakan RDG tahun ini akan mengalami perubahan. Jika pada tahun sebelumnya rapat diselenggarakan satu hari setiap bulannya, tahun ini rapat akan diadakan dua hari setiap bulannya.

    “Perubahan pelaksanaan RDG Bulanan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas asesmen kondisi terkini makroekonomi, mikroekonomi, perkiraan ke depan, serta untuk memperkuat perumusan bauran kebijakan Bank Indonesia,” ujar Tirta dalam keterangan resminya.

    Pada hari pertama, Tirta menjelaskan, RDG Bulanan akan memperdalam hasil asesmen sektor moneter termasuk materi ekonomi regional (perkembangan ekonomi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia), sektor stabilitas sistem keuangan. Sektor sistem pembayaran, dan pengelolaan uang rupiah, serta mengintegrasikan opsi-opsi bauran kebijakan yang akan ditempuh Bank Indonesia.

    Sementara, RDG Bulanan hari kedua dilaksanakan untuk menetapkan bauran kebijakan Bank Indonesia. “Publikasi siaran pers maupun penyelenggaraan konferensi pers akan dilaksanakan setelah berlangsungnya RDG Bulanan hari kedua,” ujar Tirta.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.