Lusa Presiden Kunjungi Lokasi Proyek Bandara Kertajati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja memantau perkembangan proyek pembangunan infrastruktur Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Desember 2015. Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan selesai pada akhir 2016. Jalur yang dilalui sepanjang 36,3 kilometer dari stasiun Manggarai-Duri-Batu Ceper-Soekarno Hatta. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja memantau perkembangan proyek pembangunan infrastruktur Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Desember 2015. Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan selesai pada akhir 2016. Jalur yang dilalui sepanjang 36,3 kilometer dari stasiun Manggarai-Duri-Batu Ceper-Soekarno Hatta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mampir ke lokasi pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka di sela kunjungan kerjanya. “Lusa itu presiden mau melihat kampung KB di Cirebon, terus karena dekat ya ke Kertajati,” kata dia di Bandung, Selasa, 12 Januari 2016.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah Jawa Barat sempat berkirim surat pada Presiden Joko Widodo untuk meminta kesediaannya meresmikan groundbreaking bandara di Kertajati. Belakangan Presiden mencantumkan rencana berkunjung ke lokasi pembangunan bandara itu dalam jadwal kunjungan kerjanya di Jawa Barat.

    Menurut Aher, kunjungan Presiden ke lokasi pembangunan bandara yang dirintis pemerintah Jawa Barat itu dinilainya penting. “Dengan kunjungan ini lebih memastikan proyek berjalan dengan baik karena Presiden datang ini pasti dukungan politik, finansial, segala macam terhadap bandara ini,” kata dia.

    Aher berharap, Presiden menyempatkan meresmikan pembangunan bandara itu dalam kunjungan kerjanya ke Kertajati. Saat ini pengerjaan pembangunan terminal bandara itu sudah mulai dikerjakan sejak akhir Desember lalu.

    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo akan dimulai Rabu, 13 Januari 2016, ke Cirebon. Baru besoknya, Kamis, 14 Januari 2016, Presiden mampir ke Kertajati, Majalengka. “Ke Kertajati caranya kunjungan kerja,” kata dia, Selasa, 12 Januari 2016.

    Dedi mengatakan, Kementerian Perhubungan berencana melanjutkan pembangunan sisi darat bandara Kertajati tahun ini. “Sudah ada alokasinya Rp 200 miliar untuk tahun 2016,” kata dia.

    Menurut Dedi, dana itu untuk melanjutkan pembangunan runway atau landasan pacu yang baru rampung sepanjang 2.500 meter, menjadi 3 ribu meter. Selain runway, dana APBN itu untuk penyelesaian pembangunan taxiway dan apron bandara.

    Dedi mengatakan, lahan yang dibutuhkan untuk membangun landasan pacu sepanjang 3 ribu meter sudah bebas. Saat ini tanah yang sudah dibebaskan pemerintah provinsi untuk membangun sisi udara dan sisi darat bandara itu menembus 910 hektare. Sebelumnya, pembangunan landasan pacu itu tidak bisa diteruskan karena terkendala lahan. “Sekarang sudah clear, sudah bisa,” kata dia.

    Dedi mengklaim, AirNav Indonesia juga sudah menyanggupi memulai pembangunan Air Trafic Controller bandara itu. “AirNav akan membangun areal traffic control,” kata dia.

    PT Bandara Internasional Jawa Barat, Badan Usaha Milik Daerah yang saham mayoritasnya punya pemerintah provinsi sudah menuntaskan lelang konstruksi pembangunan terminal bandara tersebut. “Seluruh kontraktor yang menajdi mitra BIJB sudah melakukan proses pembangunan,” kata Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, 11 Januari 2016.

    Virda mengatakan, pengerjaan semua bangunan sisi darat bandara tahap pertama itu dijadwalkan tuntas tahun 2017. Bangunan terminal yang paling terakhir rampung, dijadwalkan tuntas November 2017.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.