PT Pos Indonesia Mau Tumbuh 25 Persen Tahun Ini, Caranya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kkaryawan PT Pos Indonesia mendata paket kiriman yang akan dikirim ke sejumlah kota di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Semarang, 10 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Kkaryawan PT Pos Indonesia mendata paket kiriman yang akan dikirim ke sejumlah kota di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Semarang, 10 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pos Indonesia menargetkan pertumbuhan industri jasa pos 2016 tumbuh sejumlah 25 persen dari tahun lalu. Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia Agus Handoyo mengatakan pihaknya optimistis bisa mencapai target  pertumbuhan laba itu.

    "Target kami naik 25 persen, dari pertumbuhan tahun lalu yang sekitar Rp 4,7 triliun sampai Rp 5 triliun, ungkap Agus Senin  11 Januari 2016. Tahun ini PT Pos Indonesia akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kurir jasa paket, sector keuangan, dan logistik.

    Sementara itu, untuk menanggapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Agus mengakui PT Pos Indonesia sudah melakukan sertifikasi profesi bagi jasa kurir dan bekerjasama dengan Badan Nasionak Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    "Kami juga memiliki sendiri Yayasan Pendidikan PT POS Indonesia, Politeknik PT POS Indonesia, yang mana bekerjasama dengan pos dan perusahaan dengan jasa kurir ekspres lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.

    Agus pun mengklaim sampai saat ini masih banyak pelajar yang melanjutkan sekolah ke Yayasan Pendidikan PT Pos ataupun Politeknik PT Pos. Oleh sebab itu Agus optimistis PT Pos tidak mengalami kekurangan sumber daya manusia ke depannya.

    Dia tak menampik bahwa saat ini industri pos dan jasa ekspres tengah bersaing dengan sejumlah jasa kurir terbaru berbasis aplikasi, yakni Go-Box sebagai salah satu layanan Go-Jek, dan Grab Express layanan dari Grab Taxi.

    Kondisi ini menyebabkan sebagian pangsa pasar PT Pos akan beralih kepada layanan aplikasi tersebut. Untuk itu, Agus pun mengaku sudah mengembangkan produk yang ada dengan transaksi berbasis android untuk memudahkan konsumen.

    Pembayarannya nanti bisa berbasis online, dan kami juga akan mengembangkan bisnis e-commerce, tambahnya. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budi Paryanta mengatakan tengah menyiapkan sejumlah masukkan atas regulasi yang mengawasi industri pos.

    "Kami menyiapkan masukkan kepada pemerintah untuk merevisi UU Nomor 38 tentang pos, termasuk produk undang-undang turunannya akan seperti apa," kata Budi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.