Bekraf Ingin Indonesia Jadi Kiblat Hijab Dunia, Ini Sebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk menyambut kontes Miss Hijaber di Bundaran Hotel Indonesia, (15/9). Kontes Miss World Muslimah 2013 yang diikuti oleh 20 kontestan dari enam negara ini akan diadakan pada 18 September 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    Konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk menyambut kontes Miss Hijaber di Bundaran Hotel Indonesia, (15/9). Kontes Miss World Muslimah 2013 yang diikuti oleh 20 kontestan dari enam negara ini akan diadakan pada 18 September 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Endah. W Sulistianti mengatakan pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai kiblat mode hijab dunia. Selama ini Indonesia hanya menjadi target pasar meski memiliki potensi yang bagus.

    Ia menambahkan di beberapa negara seperti Dubai, Inggris, dan Australia model hijab Indonesia menjadi justru menjadi patron. "Hijab.com 40 persen pelanggannya dari luar negeri. Dian Pelangi ngetrend di luar negeri," kata Endah saat ditemui Tempo di kediamannya, Kemanggisan, Jakarta, Senin, 11 Januari 2016.

    Potensi besar untuk menjadikan Indonesia patokan dunia bagi hijab juga berasal dari sumber daya manusianya yang kreatif. "Itu yang punya toko hijab-hijab gitu, anak muda semua, yang baru lulus tiga tahun," ucap Endah.

    Endah menuturkan hijab dalam Bekraf berada di subsektor fashion. Salah satu prioritas utama Bekraf yaitu mengembangkan pasar hijab luar dan dalam negeri. "Luar negeri itu ekspor dan menjadikan saat orang membicarakan hijab yang langsung terngiang itu Indonesia."

    Kerja pemerintah ke arah sana sudah dimulai. Yang menjadi perhatian ialah menemukan cara agar brandingnya kuat. "Bagaimana hijab itu Indonesia."

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.