Hari Ini IHSG Diperkirakan Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Kepala Riset dari PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada, memperkirakan indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini akan melanjutkan tren pelemahan. Pelemahan ini diprediksi akan terus berlanjut dengan diiringi berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri.

    "Masih banyaknya sentimen negatif, baik dari Cina, harga minyak, maupun maraknya isu politik dalam negeri berupa reshuffle kabinet, membuat IHSG tertekan mengikuti bursa saham Asia. Tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG," kata Reza Priyambada dalam siaran tertulisnya, Selasa, 12 Januari 2016.

    IHSG diperkirakan Reza akan berada pada rentang support 4.409-4.429 dan resisten 4.476-4.490. Namun, karena bursa Eropa yang berhasil berada di zona positif, Reza memperkirakan IHSG cenderung mengalami pelemahan terbatas. 

    Saat pembukaan perdagangan kemarin, IHSG langsung merosot ke zona merah. Dibuka pada level 4.515,50 IHSG tutup terkoreksi pada angka 4.465,48, turun sebanyak 80,81 poin atau 1,78 persen.

    Net sell yang kembali dilakukan oleh asing secara signifikan juga membuat pelaku pasar urung melakukan aksi belinya. Hang Seng yang melemah di bawah 20 ribu membuat pelaku pasar kembali dilanda kekhawatiran karena selain Dow Jones, yang masih berada di bawah 17 ribu; dan indeks Hang Seng, yang berada pada level 19.889, merupakan level psikologis baru bagi pelaku pasar.

    Pada akhir penutupan IHSG, transaksi asing kembali melakukan aksi jual tapi rupiah kembali terapresiasi. Asing kembali berjualan (dari net sell Rp 697,17 miliar menjadi net sell Rp 688,04 miliar). Namun, bagi para pelaku pasar, koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin dapat dijadikan entry point dan berharap munculnya sentimen positif sehingga dapat memanfaatkan momentum rebound untuk jangka pendek.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.