Lelang Investasi Bandara Kertajati Dibuka Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan, lelang investasi untuk mencari mitra mengelola bandara di Kertajati akan diumumkan pekan depan. “Pada tanggal 18 Januari besok prakualifikasi sudah dimulai,” kata dia di Bandung, Senin, 11 Januari 2016.

    Virda mengatakan, lelang investasi itu untuk mencari mitra strategis yang akan mengelola bersama-sama bandara di Kertajati, Majalengka. PT BIJB sudah memberi tahu pasar untuk menjajaki peminat lelang investasi itu pada 17 Desember 2015. “Peminatnya banyak, dari dalam dan luar negeri,” kata dia.

    Menurut Virda, Menteri Perhubungan meminta lewat proses lelang itu PT BIJB bisa membentuk perusahan patungan baru yang mengelola bandara di luar PT Angkasa Pura I dan II. “Kami di arahkan bisa menjadi satu entitas baru yang bisa mengimplementasikan semangat Undang-Undang Kebandaruradaran diluar AP I dan AP II,” kata dia.

    Awalnya, PT BIJB berniat menggandeng PT Angkasa Pura II untuk membuat joint-venture yang akan mengelola bandara. “AP II berminat Cuma ada kendala teknis yang dihadapi AP II. Kami masih mencoba,” kata Virda. Terakhir, Menteri Perhubungan memberi tenggat pada PT BIJB dan AP II untuk meneruskan negosiasi sampai Juni ini.

    Virda mengatakan, mitra yang dicari untuk mengelola bersama bandara di Kertajati harus memiliki kapasitas seperti Angkasa Pura II. “Mitra stratetgisnya harus tepat, sehingga bisa menudkung pengoperasian,” kata dia.

    Menurut Virda, bersama mitranya kelak akan membentuk perusahaan patungan yang mengelola bandara. “Perusahaan patungan itu diharapkan bisa mengajukan izin BUBU (Badan Usaha Bandar Udara). Kalau bandara siap tapi tidak ada BUBU tidak bisa dioperasikan,” kata dia.

    Virda mengatakan, jadwal lelang investasi awalnya ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Namun jadwal kemudian direvisi atas permintaan peminat lelang tersebut. “Kami akan melihat proposal yang terbaik seperti apa. Kita targetkan Juni mungkin sudah close,” kata dia.

    Sejumlah peminat meminta kelonggaran jadwal sehingga tenggat lelang direvisi. “Ada beberapa peserta luar negeri membutuhkan waktu melengkapi hal-hal yang kami minta dalam persyaratan tender, mereka meminta agar waktunya agak longgar,” kata Virda.

    Virda mengatakan, PT BIJB sudah menuntaskan tiga paket pekerjaan lelang kosntruksi terminal bandara dengan nilai keseluruhan menembus Rp 2,1 triliun. Paket lelang terakhir yakni pengerjaan bangunan terminal bandara dimenangkan oleh konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

    Pembangunan sisi darat yang digarap seluas 250 hektare di atas lahan yang sudah dibebaskan pemerintah Jawa Barat seluas 873 hektare. Sisi udara bandara seperti runway, taxyway, serta apron dibangun di atas lahan sisanya dengan didanani dari APBN. “PT BIJB sudah memulai pembangunan sisi dareat bandara,” kata Virda.

    Virda mengatakan, Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan tambahan anggaran untuk memperpanjang runway bandara menjadi 3 ribu meter. Saat ini runway bandara di Kertajati yang sudah rampung sepanjang 2.500 meter.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.